Sabet 8 Medali Kejurnas, 5 Atlet Anggar Sleman Siap ke Pentas Asia
Berbekal delapan medali di dua kejurnas anggar yang diadakan PB Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB Ikasi) 2025, lima atlet Sleman siap menuju ke pentas Asia.
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, bicara mengenai wisata daerah di acara syawalan di Bangsal Sewokoprojo, Kecamatan Wonosari, Kamis (13/7). (JIBI/Harian Jogja/Irwan A. Syambudi)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Gubernur DIY Sri Sultan HB X meminta ruang-ruang yang berada di pantai tetap menjadi milik publik dalam pengembangan objek wisata pantai di Gunungkidul.
Wisatawan yang datang ke pantai mesti mendapatkan ruang publik yang nyaman. Jangan sampai wisatawan malah terganggu dengan semakin banyaknya bangunan yang didirkan para pedagang.
“Jangan dibangun rumah makan. Ruang-ruang seperti itu di 100 meter sampai 150 meter dari pantai harusnya kosong. Pantai itu adalah milik publik, jangan sampai dikuasai pedagang,” ungkapnya dalam acara syawalan di Bangsal Sewokoprojo, Kecamatan Wonosari, Kamis (13/7).
Sultan mencatat sampai saat ini masih banyak pedagang yang nekat berjualan dan tetap bertahan di area bibir pantai meskipun kerap terjadi air pasang. Adanya sejumlah bangunan apat mengganggu kenyaman wisatawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berbekal delapan medali di dua kejurnas anggar yang diadakan PB Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB Ikasi) 2025, lima atlet Sleman siap menuju ke pentas Asia.
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.655 per dolar AS. BI siapkan intervensi agresif di pasar valas dan obligasi.
DPR mendesak Kemenlu bergerak cepat menyelamatkan WNI yang ditangkap Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla ke Gaza.
Menkomdigi Meutya Hafid mengecam Israel usai menahan jurnalis Indonesia dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Penembakan di Islamic Center San Diego menewaskan lima orang. KJRI San Francisco memastikan tidak ada WNI menjadi korban.