30 Generasi Muda Ikuti Forest Youthverse Summit Regional Pekanbaru
Sebanyak 30 generasi muda terbaik mengikuti Forest Youthverse Summit Regional Pekanbaru yang digelar pada Kamis-Jumat (16-17/7/2026).
Sisa-sisa Museum Kolong Tangga di Kompleks Taman Budaya Yogyakarta, Jumat (7/7/2017). (Arief Junianto/JIBI/Harian Jogja)
Museum Kolong Tangga disyaratkan memiliki lahan.
Harianjogja.com, JOGJA -- Dinas Kebudayaan DIY menyatakan siap menggelontorkan anggaran untuk pembangunan Museum Pendidikan dan Mainan Kolong Tangga yang terusur dari Taman Budaya Yogyakarta (TBY) asalkan pengelola museum menyediakan lahannya.
Baca Juga : http://m.harianjogja.com/2017/07/13/museum-kolong-tangga-disbud-klaim-pernah-buka-ruang-dialog-hasilnya-833097">MUSEUM KOLONG TANGGA : Disbud Klaim Pernah Buka Ruang Dialog, Hasilnya?
"Kita bisa membangunkan asal syaratnya tanah atas nama yayasan [pengelola museum]." tegas Wakil Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Singgih Raharjo dalam jumpa pers di kantor Dinas Kebudayaan DIY, Jumat (14/7/2017).
Singgih mengatakan Dinas Kebudayaan DIY berkomitmen memajukan permuseuman termasuk Museum Pendidikan dan Mainan Kolong Tangga. Namun, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2015 tentang Museum mensyaratkan bantuan bisa diberikan ketika lokasi museumnya ada.
Museum Pendidikan dan Mainan Kolong Tangga yang sudah ada sejak 2008 lalu harus terusir dari TBY. Museum dengan koleksi ribuan mainan jadul anak-anak itu selama ini memang menempati lahan TBY tepatnya dibawah tangga masuk aula TBY.
Sebelumnya pengelola Museum Kolong Tangga sudah menyatakan untuk mencari lahan pengganti bukan perkara mudah bagi pengelola museum karena selama ini museum tersebut mengandalkan dana dari sukarelawan.
Singgih mengatakan Dinas Kebudayaan sudah melakukan pertemuan pertemuan dengan pengelola Museum Kolong Tangga, Badan Musyawarah Museum (Barahmus) pada 12 Juli lalu. Dalam pertemuan tersebut, kata dia, diperoleh kesepakatan yang akan dilaksanakan dalam jangka pendek, menengah, dan jangka panjang.
Jangka pendeknya, Museum Kolong Tangga akan memindahkan dahulu koleksi-koleksinya ke luar gedung TBY. "Pemindahan dilakukan pengelola Museum Kolong Tangga dibantu transportasinya dari Dinas Kebudayaan." kata Singgih.
Sementara program jangka menengah, Barahmus akan berkoordinasi dengan semua anggotanya untuk mendukung Museum Kolong Tangga mengadakan pameran sementara lebih kurang enam bulan dari museum ke museum secara bergiliran.
Program jangka panjangnya, Dinas Kebudayaan tetap mengusulkan kepada pengelola Museum Kolong Tangga agar membuat program yang bisa memenuhi persyaratan PP Nomor 66 Tahun 2015 agar Dinas Kebudayaan bisa membantu membangunkan museumnya.
Terkait kesepakatan yang diklaim Dinas Kebudayaan ini belum ada tanggapan dari pengelola Museum Kolong Tangga. Namun sebelumnya pengelola menyatakan tidak mungkin mencari lahan dengan dana terbatas, karena pendanaan museum selama ini juga mengandalkan relawan, "Mana mungkin kami cari tanah sendiri," kata Publik Relations Museum Pendidikan dan Mainan Kolong Tangga Redi Kuswanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 30 generasi muda terbaik mengikuti Forest Youthverse Summit Regional Pekanbaru yang digelar pada Kamis-Jumat (16-17/7/2026).
Perpanjang SIM A dan C di Kulonprogo lebih mudah melalui SIM Keliling. Jadwal lengkap dan lokasi Harian Jogja.
Polres Bantul kembali membuka layanan SIM Keliling untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sleman kembali membuka layanan SIM Keliling.
Polres Gunungkidul kembali membuka layanan SIM Keliling. Berbagai inovasi layanan disiapkan guna mempermudah masyarakat di wilayah Bumi Handayani dalam menguru
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa