Grebeg Selarong 2017 Pentaskan Teater Perdana

Rheisnayu Cyntara
Rheisnayu Cyntara Minggu, 16 Juli 2017 22:21 WIB
Grebeg Selarong 2017 Pentaskan Teater Perdana

Grebeg Selarong 2017 yang merupakan agenda tahunan, kali ini mementaskan teater perdana dengan lakon "Selarong Tanah Istimewa"

 
Harianjogja.com, BANTUL--Grebeg Selarong 2017 yang merupakan agenda tahunan, kali ini mementaskan teater perdana dengan lakon "Selarong Tanah Istimewa", mengisahkan kehidupan Pangeran Diponegoro sebelum memimpin Perang Jawa.

Lakon "Selarong Tanah Istimewa" ini dibawakan oleh kelompok Teater Dipo Ratna Muda yang beranggotakan muda-mudi Desa Guwosari, Pajangan, Bantul.

Kisah bermula saat Pangerang Diponegoro dilantik menjadi seorang pangeran dan meminta Desa Selarong menjadi tanah jabatannya. Saking cintanya dengan tanah tersebut, dua hari dalam seminggu ia datang ke Desa Selarong untuk membangun dan menata Selarong.

Bahkan saat bulan Ramadan tiba, ia menetap di tanah yang sudah menjadi rumah keduanya di luar keraton. Bahkan Teater Dipo Ratna Muda mementaskan lakon ini hingga fragmen Perang Jawa yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro berakhir.

Ketua Panitia Grebeg Selarong 2017, Ahmad Juremi mengatakan pementasan ini merupakan yang pertama kalinya dilaksanakan oleh Teater Dipo Ratna Muda.

Mereka berlatih sekitar empat bulan untuk mempersiapkan semuanya. Menurutnya, pentas teater ini menjadi penting karena sarat akan nilai sejarah Pangeran Diponegoro dan Goa Selarong yang selama ini belum banyak diketahui. "Padahal Goa Selarong ini wisata pendidikan yang sarat nilai sejarah," katanya pada Jumat (14/7/2017) malam.

Selain pementasan teater dengan lakon "Selarong Tanah Istimewa", dipentaskan pula wayang kulit dengan dalang Ki Wahyudi Wignyo Swara dan kesenian lokal dari masyarakat Desa Guwosari.

Juremi mengatakan tujuan rangkaian acara ini digelar adalah untuk mensosialisasikan objek wisata Goa Selarong kepada masyarakat sebagai salah satu wisata pendidikan dan sejarah di Bantul. "Agar jumlah kunjungan wisata juga semakin meningkat," tuturnya.

Anggota DPRD DIY, Danang Wahyu Broto menyebut sebenarnya branding Goa Selarong sudah bagus, hanya perlu optimalisasi promosi agar makin dikenal masyarakat luas.

Apalagi potensi nilai sejarah Mataram Goa Selarong cukup penting. Maka menurutnya, kegiatan kesenian dan kebudayaan yang ditampilkan dalam Grebeg Selarong 2017 sudah tepat.

Anggota Komisi B ini mengatakan pemerintah daerah sebagai minta Dinas Pariwisata sangat mendukung kegiatan pengembangan wisata semacam ini. Bahkan menurutnya Goa Selarong menjadi salah satu perhatian pemerintah, buktinya tahun ini Rp25 miliar akan digelontorkan untuk pembangunan infrastuktur berupa sarana dan prasarana. "Sudah dianggarkan 2015 lalu dan akan turun tahun ini," ucapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online