Ratusan Pemuda Kota Magelang Dibekali Jadi Penggerak Potensi Daerah
Sebanyak 197 pemuda dari 17 kelurahan di Kota Magelang dibekali menjadi Local Champion untuk mengembangkan wisata, budaya, dan ekonomi kreatif.
Sistem zonasi penerimaan peserta didik baru yang diterapkan pasa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2017 dinilai baik.
Harianjogja.com, SLEMAN- Sistem zonasi penerimaan peserta didik baru yang diterapkan pasa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2017 dinilai baik. Namun demikian, pemerintah juga diminta untuk meningkatkan proses belajar mengajar di sekolah agar tujuan pemerataan pendidikan dari sistem ini dapat terwujud.
Warjono, misalnya, warga Caturharjo Sleman menilai sistem zonasi justru memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memasukkan anak-anaknya ke sekolah-sekolah secara transparan. Orangtua juga dapat memetakan sekolah mana yang sesuai dengan kemampuan anak.
"Dengan nilai sekian, orangtua bisa memprediksi anaknya bisa masuk sekolah mana? Sistem zonasi ini menurut saya sudah transparan dan memudahkan orangtua," katanya kepada Harianjogja.com, Jumat (14/7/2017).
Menurutnya, jarak sekolah SMPN 1 Sleman dengan rumahnya hanya sekitar 1,5 km. Hal itu dinilai menguntungkan karena berdekatan. Orangtua juga tidak akan kawatir dan dapat berkoordinasi dengan sekolah secara mudah jika terjadi hal-hal yang perlu disampaikan.
"Sebelum sistem zonasi ini diterapkan, siswa-siswa dari wilayah luar yang jauh sudah membeludak sehingga kesempatan bersekolah siswa sekitar SMP itu jadi minim," katanya.
Hal senada di sampaikan Prasetyo, warga Beran, Tridadi. Menurutnya, sistem zonasi merupakan solusi terbaik saat ini. Sebab siswa bisa lebih cepat sampai ke sekolah dan biaya transportasi akan lebih murah.
"Guru dan orangtua siswa juga sama-sama mudah mengawasi. Kalau ada masalah sekolah bisa mudah berkomunikasi dengan orangtua," katanya.
Selain itu, lanjut dia, pemerataan kualitas pendidikan (sekolah) bisa dilakukan dengan sistem zonasi. Orangtua tidak lagi perlu dipusingkan dengan mana sekolah favorit dan mana yang bukan.
"Tetapi ini harus didukung dengan sistem pembelajaran yang baik di masing-masing sekolah. Agar pemerataan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah bisa tercapai," usulnya.
Sekadar diketahui, Disdik Sleman menerapkan sistem zonasi sekolah dalam PPDB 2017/2018. Pembagian zonasi didasarkan pada padukuhan di sekitar sekolah (SD).
Sementara untuk SMP zonasi dibagi menjadi empat wilayah. Zonasi Barat (godean, moyudan, gamping, minggir dan seyegan), zonasi timur (prambanan, berbah, kalasan dan depok), zonasi tengah (mlati, ngaglik, sleman dan tempel) dan zonasi utara (cangkringan, pakem, turi dan ngemplak).
Plt Disdik Sleman Arif Haryono mengatakan, penerapan sistem tersebut pastilah menimbulkan pro dan kontra. Namun, katanya, pembagian zonasi bertujuan untuk mempermudah orangtua dan siswa, serta pemerataan kualitas pendidikan di sekolah. "Yang mendaftar sesuai zonasi dapat poin tambahan umur (SD) dan nilai 20 bagi SMP," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 197 pemuda dari 17 kelurahan di Kota Magelang dibekali menjadi Local Champion untuk mengembangkan wisata, budaya, dan ekonomi kreatif.
Cek jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu, 28 Oktober 2026. Tersedia 10 perjalanan dari Stasiun Tugu dan Kutoarjo.
Cek jadwal KA Bandara YIA 28 Oktober 2026 untuk layanan reguler dan Xpress, lengkap dengan waktu keberangkatan dari Jogja dan bandara.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 28 Oktober 2026 dari Stasiun Palur, lengkap dengan waktu keberangkatan di 13 stasiun pemberhentian.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo, 15 waktu keberangkatan dari Jogja ke Palur, daftar stasiun pemberhentian, dan tarif tiket Rp8.000.
Aigner merilis koleksi Munich di Indonesia melalui Adtime. Simak 18 tipe jam tangan terbaru dan strategi pengembangan bisnis merek ini.