Pembahasan Raperda Gunungkidul Dikebut, 3 Draf Segera Dibahas
DPRD Gunungkidul mengebut pembahasan Propemperda 2026. Tiga raperda baru siap dibahas, termasuk KTR dan Ripparda 2026-2035.
Salah seorang warga melintas di Jembatan Prahon yang ada di Dusun Wonolagi, Desa Ngleri, Kecamatan Playen. Rabu (19/7/2017). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Infrastruktur Gunungkidul berupa pembangunan jembatan diharapkan segera terealisasi.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Warga Dusun Wonolagi, Desa Ngleri berharap agar Jembatan Prahon yang menjadi akses utama masyarakat dapat dibangun ulang. Keberadaan jembatan saat ini dinilai tidak representatif dan membahayakan warga yang melintas.
Salah seorang warga Dusun Wonolagi, Wagino mengungkapkan, keberadaan jembatan yang lebih permanen merupakan hal vital bagi sarana transportasi masyarakat. Dia menilai, Jembatan Prahon yang ada saat ini berdiri dinilai tidak memenuhi standar. Hal itu terlihat dari bentuk dan kondisi jembatan yang sangat sempit. Sementara itu, papan-papan kayu untuk alas sudah ada yang rusak.
“Yang jelas, dari sisi bangunan jembatan gantung ini sangat sempit karena hanya bisa dilalui satu sepeda motor,” katanya, Rabu (19/7/2017).
Dia menjelaskan dengan kondisi ini warga yang melintas harus berhati-hati. Padahal menurut Wagino, jembatan tersebut merupakan akses utama warga karena keberadaan jalan lain dinilai kurang mendukung karena jaraknya yang relatif jauh.
“Ini belum seberapa. Saat musim hujan kondisinya lebih parah karena papan kayu untuk landasan jembatan menjadi licin. Selain itu, jembatan sering terendam akibat luapan banjir dari Sungai Oya,” ungkapnya.
Dikatakan Wagino, kedatangan Gubernur DIY Sri Sultan HB X ke Wonolagi di 2016 lalu sempat memberikan harapan adanya upaya perbaikan. Ini lantaran Sultan sempat berjanji akan melakukan perbaikan.
“Harapannya upaya perbaikan itu bisa diwujudkan,” imbuhnya.
Hal senada diungkapkan oleh Tri Haryatun, warga lainnya di Dusun Wonolagi. Menurut dia, saat meresmikan Kampung KB di tahun lalu, Sultan sempat memberikan pernyataan bahwa pembangunan Jembatan Prahon dapat dilakukan. Hanya saja, lanjut Tri, hingga sekarang upaya tersebut belum ada realisasinya.
“Kalau bisa itu diwujudkan, sebab dengan adanya jembatan yang baik akan membantu warga dalam beraktivitas,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mengebut pembahasan Propemperda 2026. Tiga raperda baru siap dibahas, termasuk KTR dan Ripparda 2026-2035.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya, berdasarkan data resmi KAI Access.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 28 Agustus 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 25 Agustus 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Suzuki menegaskan belum akan mengubah Jimny menjadi mobil listrik. Karakter off-road dan mesin bensin dinilai menjadi identitas utama SUV ikonik tersebut.
Meta dikabarkan segera meluncurkan Hatch, platform agen AI konsumen yang dipersiapkan untuk bersaing dengan OpenAI dan Anthropic. Simak fitur dan strateginya.