ORMAS TERLARANG : Dosen UGM Dikabarkan Terlibat HTI, Apa Sikap Rektor?

Arief Junianto
Arief Junianto Sabtu, 22 Juli 2017 08:22 WIB
ORMAS TERLARANG : Dosen UGM Dikabarkan Terlibat HTI, Apa Sikap Rektor?

Dokumentasi kegiatan Hisbut Tahrir Indonesia (HTI) di Kota Semarang. (Hisbut-tahrir.or.id)-

Ormas terlarang, sejumlah dosen UGM dikabarkan menjadi pengurus HTI

Harianjogja.com, JOGJA -- Sejumlah dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) dikabarkan terlibat sebagai simpatisan dan pengurus Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Rektor UGM Panut Mulyono masih bergeming mengadapi isu tersebut.

Baca Juga :http://m.harianjogja.com/2017/07/21/ormas-terlarang-dosen-ugm-diduga-terlibat-siapa-dia-835919"> ORMAS TERLARANG : Dosen UGM Diduga Terlibat, Siapa Dia?

Saat ditemui usai menjadi pemateri dalam Rapat Kerja Pengendalian Pembangunan Daerah Triwulan II 2017 di Borobudur Hall Inna Garuda, Jumat (21/7/2017), Panut mengatakan pihak kampus diakuinya akan tetap mengutamakan pendekatan persuasif. Secara lebih lanjut nantinya ia akan menyerahkannya pada organ-organ kampus yang bertugas mengawasi dan menangani dosen, pegawai, juga mahasiswa.

“Rektor tidak bisa mengambil tindakan langsung,” akunya.

Organ-organ kampus ini, tambahnya, berperan mengkaji hal-hal yang dianggap pelanggaran. Seperti layaknya Dewan Kode Etik yang menangani persoalan etika dan disiplin.

“Nah kalau yang terlibat politik seperti organisasi (HTI) semacam ini, kami masih menunggu arahan Kemenristekdikti, akan ditangani seperti apa,” timpal Panut.

Sebelumnya, Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta Agus Burhan telah berkoordinasi melalui rapat pimpinan terkait dugaan keterlibatan dosennya tersebut. Hanya saja, pihaknya baru akan mengambil tindakan jika memili data dan bukti yang kuat.

“Prinsip, kami sejalan dan mendukung apapun keputusan pemerintah,” tegasnya

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online