Ada Pengalihan Tanggung Jawab, Bantul Expo 2017 Kekurangan Anggaran

Rheisnayu Cyntara
Rheisnayu Cyntara Senin, 24 Juli 2017 04:22 WIB
Ada Pengalihan Tanggung Jawab, Bantul Expo 2017 Kekurangan Anggaran

KERAJINAN BATIK PRODO Seorang pekerja menyelesaikan pembuatan batik prodo di Desa Brajan, Wonokromo, Pleret, Bantul, Yogyakarta, Jumat (28/2). Kerajinan batik prodo yang merupakan salah satu dari cabang jenis kesenian batik yang dikhususkan untuk memperindah kain batik dengan warna emas tersebut dijual seharga Rp 100.000,00 hingga Rp 1.500.000,00 tergantung ukuran dan jenis kain, dan dipasarkan ke sejumlah kota besar di Indonesia. ANTARA FOTO/Noveradika

Bantul Expo 2017 kini ditangani Disdag setempat.

Harianjogja.com, BANTUL -- Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, Bantul Expo kali ini tak lagi ditangani Bagian Humas dan Protokol tapi diserahkan pada Dinas Perdagangan (Disdag) Bantul. Pengalihan tanggungjawab ini menimbulkan beberapa konsekuensi, salah satunya adalah kurangnya anggaran yang direncanakan pada tahun anggaran 2016 lalu.

"Anggaran yang kita gunakan kan anggaran tahun kemarin yang disusun oleh Humas. Setelah kami rapatkan ternyata banyak item-item yang harusnya dianggarkan tapi tidak," ujar Kepala Disdag Bantul, Subiyanta Hadi kepada Harianjogja.com pada Minggu (23/7/2017).

Subiyanta mencontohkan anggaran tenaga keamanan 24 jam yang hanya diberi uang saku, tanpa uang makan. Lalu harga tenda yang tidak mempertimbangkan adanya perubahan harga pada tahun yang berjalan dan item-item lainnya. Maka guna menutupi kekurangan anggaran tersebut, pihaknya menggandeng beberapa sponsor. Namun dukungan yang diberikan sponsor-sponsor tersebut bukanlah berupa uang tunai tetapi berupa barang jadi yang memang dibutuhkan oleh panitia pengelenggara.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online