Apa Saja yang Diperlukan untuk Mengembalikan Jogja Sebagai Kota Sepeda?

I Ketut Sawitra Mustika
I Ketut Sawitra Mustika Senin, 24 Juli 2017 09:55 WIB
Apa Saja yang Diperlukan untuk Mengembalikan Jogja Sebagai Kota Sepeda?

JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Dua orang guru sekolah dasar bersepeda seusai mengikuti peringatan Hari Guru, 25 November 2015 seperti terlihat saat melitas di jalan Mangkubumi, Yogyakarta, Rabu (25/11/2015).

Kota Sepeda tidak lagi terasa di Jogja

Harianjogja.com, JOGJA -- Sejumlah pegiat sepeda mengamini pendapat Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang menyayangkan hilangnya rutinitas bersepeda di Jogja. Menurut mereka predikat Jogja sebagai Kota Sepeda hanya sekedar kenangan masa lalu. Pemerintah Kota saat ini dianggap kurang pro terhadap pesepeda.

Baca Juga :http://m.harianjogja.com/?p=836419"> Jogja Sebagai Kota Sepeda Hanya Kenangan

Pendiri Komunitas sepeda Pit Propaganda (Pitpaganda) Jamaluddin Latif menilai untuk mengembalikan Jogja seperti dulu lagi, ia menyatakan, jalan satu-satunya adalah dengan cara bersepeda setiap hari untuk memenuhi kota sampai mesin menyingkir dengan sendirinya. Sayangnya, “pedal power” sebagai solusi terbaik belum dilirik pemerintah saat ini.

Ketua Komunitas Pitnik (Ngepit Itu Nikmat) Andika Sukmono Aji menyayangkan perihal tidak adanya agenda rutin yang disponsori oleh Pemerintah Kota. Menurutnya kebijakan terakhir pemerintah yang sangat pro pesepeda adalah Sego Segawe (Sepeda Kanggo Sekolah lan Nyambut Gawe) yang digagas Wali Kota Terdahulu, Herry Zudianto selalu aktif bersepeda dengan para warga.

Kegiatan bersepeda, saat ini, kata Andika Sukmono Aji hanya digerakkan oleh masing-masing komunitas tanpa ada campur tangan Pemkot sama sekali. Kedepan ia berharap kebijakan serupa Sego Segawe bisa digalakkan kembali.

“Dan parkir sepeda juga ditambah serta di lengkapi CCTV supaya pesepeda merasa aman,” tambahnya, Minggu (23/7/2017).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyayangkan hilangnya rutinitas bersepeda di Jogja. Hal itu ia sampaikan saat ditemui usai menjadi keynote speaker dalam Rapat Kerja Pengendalian Pembangunan Daerah Triwulan ISI 2017 di Borobudur Hall Inna Garuda, Jumat (21/7/2017).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online