Gerakan Ekstrem Seperti Penyakit
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Dua orang guru sekolah dasar bersepeda seusai mengikuti peringatan Hari Guru, 25 November 2015 seperti terlihat saat melitas di jalan Mangkubumi, Yogyakarta, Rabu (25/11/2015).
Kota Sepeda tidak lagi terasa di Jogja
Harianjogja.com, JOGJA -- Sejumlah pegiat sepeda mengamini pendapat Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang menyayangkan hilangnya rutinitas bersepeda di Jogja. Menurut mereka predikat Jogja sebagai Kota Sepeda hanya sekedar kenangan masa lalu. Pemerintah Kota saat ini dianggap kurang pro terhadap pesepeda.
Baca Juga :http://m.harianjogja.com/?p=836419"> Jogja Sebagai Kota Sepeda Hanya Kenangan
Pendiri Komunitas sepeda Pit Propaganda (Pitpaganda) Jamaluddin Latif menilai untuk mengembalikan Jogja seperti dulu lagi, ia menyatakan, jalan satu-satunya adalah dengan cara bersepeda setiap hari untuk memenuhi kota sampai mesin menyingkir dengan sendirinya. Sayangnya, “pedal power” sebagai solusi terbaik belum dilirik pemerintah saat ini.
Ketua Komunitas Pitnik (Ngepit Itu Nikmat) Andika Sukmono Aji menyayangkan perihal tidak adanya agenda rutin yang disponsori oleh Pemerintah Kota. Menurutnya kebijakan terakhir pemerintah yang sangat pro pesepeda adalah Sego Segawe (Sepeda Kanggo Sekolah lan Nyambut Gawe) yang digagas Wali Kota Terdahulu, Herry Zudianto selalu aktif bersepeda dengan para warga.
Kegiatan bersepeda, saat ini, kata Andika Sukmono Aji hanya digerakkan oleh masing-masing komunitas tanpa ada campur tangan Pemkot sama sekali. Kedepan ia berharap kebijakan serupa Sego Segawe bisa digalakkan kembali.
“Dan parkir sepeda juga ditambah serta di lengkapi CCTV supaya pesepeda merasa aman,” tambahnya, Minggu (23/7/2017).
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyayangkan hilangnya rutinitas bersepeda di Jogja. Hal itu ia sampaikan saat ditemui usai menjadi keynote speaker dalam Rapat Kerja Pengendalian Pembangunan Daerah Triwulan ISI 2017 di Borobudur Hall Inna Garuda, Jumat (21/7/2017).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.