Bandara Gading Batal, JJLS & Poros Jalan Baru Jadi Pengganti

Irwan A Syambudi
Irwan A Syambudi Rabu, 26 Juli 2017 11:55 WIB
Bandara Gading Batal, JJLS & Poros Jalan Baru Jadi Pengganti

JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Warga berfoto dengan latar belakang pesawat ringan yang turut dipamerkan dalam Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2015 yang diselenggarakan di Lapangan udara Gading, Playen, Gunungkidul, DI. Yogyakarta, Kamis (17/09/2015). Kontes ini juga menjadi wahana bagi warga dan wisatawan yang tertarik akan dunia kedirgantaraan dan robot.

Bandara Gading akhirnya tidak terealisasi

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Rencana pembangunan Lapangan Udara Gading menjadi bandara perintis tidak bakal terealisasi. Bandara perintis dinilai tidak diperlukan seiring telah dibangunnya Jalur Jalan Lingkar Selatan (JJLS) dan jalur alternatif yang menghubungkan Gunungkidul dengan Kabupaten Sleman.

Baca Juga : http://m.harianjogja.com/2017/07/26/bandara-perintis-gading-tidak-perlu-lalu-837131">Bandara Perintis Gading Tidak Perlu, Lalu?

Sekretaris Daerah Kabupaten Gunungkidul, Drajad Ruwandono mengatakan selain JJLS pemerintah saat ini membuka poros jalan baru, yakni  jalan yang menghubungkan Gunungkidul dengan Sleman. Sehingga diharapkan tanpa membuat bandara perintis pun akan banyak kunjungan. Karena menurut dia jika semua akses jalan mudah maka wisatawan pun akan semakin banyak.

Sebelumnya, Bupati Gunungkidul Badingah menyampaikan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan satuan kerja Perangkat daerah (SKPD) terkait rencana pembangunan bandara perintis. Hal itu sebagai tindak lanjut dari rekomendasi yang disampaikan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi terkait perubahan status dari lapangan udara menjadi bandara perintis yang digunakan untuk menunjang kegiatan pariwisata.

Kepala Dinas Perhubungan Gunungkidul, Syarief Armunanto mengatakan, pemkab masih menunggu balasan surat terkait dengan permintaan audiensi dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Dia mengaku sudah berkirim surat sebanyak dua kali, namun hingga sekarang belum ada juga balasan terkait dengan permohonan surat tersebut.

Menurut Syarief, inti dari surat yang diajukan berkaitan dengan keinginan bupati untuk beraudiensi dengan menteri. Diharapkan dari pertemuan tersebut ada titik temu dalam upaya mewujudkan keinginan memanfaatkan Lanud Gading untuk penerbangan. “Sayangnya hingga sekarang belum ada balasan, padahal surat telah dikirim sejak Januari lalu,” ujarnya, Selasa (25/7/2017)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis