Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api di Bromo
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Ilustrasi aktivitas di taman kota (JIBI/Solopos/Antara/Indriarto Eko Suwarso)
Pemkot Jogja mengembangkan sisi Selatan
Harianjogja.com, JOGJA -- Pemerintah Kota Jogja mulai fokus mengembangkan objek wisata di wilayah Jogja bagian selatan. Hal itu untuk memecah wisatawan supaya tidak terfokus di Jogja bagian tengah dan utara.
Objek wisata yang akan dibangun rencananya semacam science park atau taman ilmu pengetahun yang berlokasi di wilayah Tegalturi, Kelurahan Giwangan, Kecamatan Umbulharjo. Tepatnya di depan Pasar Ikan Higienis.
"Konsep pembangunannya adalah ruang terbuka biru, dimana ada embung sebagai resapan air. Embung tersebut nantinya memiliki banyak fungsi seperti edukasi soal teknologi pengolahan air sekaligus berfungsi sebagai wahana rekreasi,” Kata Kepala Bidang Fisik, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Jogja, Wahyu Handoyo, di Balai Kota Jogja, Jumat (28/7/2017).
Wahyu mengatakan rencana pembangunan science park masuk dalam program perioritas pembangunan jangka menengah Kota Jogja. Saat ini sudah masuk pada tahap studi kelayakan. Pada tahun depan akan dimulai penyusunan detail engineering design (DED).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
KA Malabar tertemper truk di Klaten, Kamis (27/8/2026). Sejumlah perjalanan KA Daop 6 Jogja terdampak keterlambatan hingga 289 menit.
Lebih dari 400 WNA masuk daftar 579 wisatawan hilang akibat banjir bandang Nepal. India, AS, Australia hingga Jepang terdampak.
Harga cabai rawit merah mencapai Rp81.800 per kg. Simak daftar lengkap harga pangan nasional berdasarkan PIHPS hari ini, Kamis 27 Agustus 2026.
Demo 27 Agustus di Kompleks DPR dikawal ketat. Water cannon, kendaraan lapis baja, dan 18.504 personel disiagakan.
Banjir bandang Nepal-Tibet menewaskan sedikitnya 160 orang dan menyebabkan ratusan orang hilang. Simak kronologi dan dugaan pemicunya.