Pangeran William Menangis Saat Aston Villa Juara Eropa
Aston Villa juara Liga Europa 2026 usai mengalahkan Freiburg 3-0. Pangeran William menangis haru di tribun stadion.
Pada peringkat kedua ada Kulonprogo yang mampu mengumpulkan satu emas dan satu perak
Harianjogja.com, BANTUL—Kontingen Kota Jogja masih belum mampu mengumpulkan emas pada hari pertama cabang sepatu roda Porda XIV 2017 di Sirkuit Stadion Sultan Agung Bantul, Minggu (30/7/2017).
Dari enam emas yang diperebutkan pada hari pertama itu, Sleman mampu mengumpulkan empat emas, tiga perak dan dua perunggu. Pada peringkat kedua ada Kulonprogo yang mampu mengumpulkan satu emas dan satu perak.
Tuan rumah Porda kali ini, Bantul, berada di peringkat ketiga dengan satu emas dan empat perunggu. Sama sekali tak mendapatkan medali emas. Kota Jogja hanya mampu mengumpulkan dua perak.
Kegagalan Kota meraih emas pada hari pertama perlombaan sepatu roda kali ini adalah kegagalan kedua. Sebelumnya pada Porda XIII 2015, Kota mampu meraih enam perak, lima perunggu padahal pada Porda XII 2013, Jogja mampu meraih empat emas.
Penurunan raihan emas pada hari pertama ini juga dialami oleh Bantul. Jika pada 2015 lalu Bantul mampu meraih lima emas, satu perak dan satu perunggu atau naik dari tiga emas pada Porda 2013, maka pada Porda kali ini Bantul hanya mampu meraih satu emas di nomor 10.000 meter putra dan sisanya meraih empat perunggu di empat nomor berbeda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Aston Villa juara Liga Europa 2026 usai mengalahkan Freiburg 3-0. Pangeran William menangis haru di tribun stadion.
Jadwal DAMRI Jogja–YIA 2026 lengkap. Tarif Rp80.000, rute strategis, solusi praktis ke bandara tanpa ribet.
Jadwal Bus KSPN Jogja 2026, tarif mulai Rp12.000 ke Parangtritis, Drini, Obelix Sea View dari Malioboro. Hemat dan praktis.
Cek rute Trans Jogja 2026 lengkap dengan tarif murah dan sistem pembayaran cashless. Solusi transportasi praktis di Jogja.
Film horor Monster Pabrik Rambut hadir dengan teror dunia kerja dan nuansa retro tanpa mengandalkan jumpscare.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY berkolaborasi menggenjot budaya literasi lewat Program Bedah Buku