Warga Jogja Ditantang Berani Gundul
Uji coba operasional radar baru sudah dilakukan selama sepekan di Satradar 215/Congot, Desa Jangkaran, Temon, Kulonprogo, Selasa (1/8/2017). Radar buatan Denmark tersebut diharapkan dapat mendukung operasional bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA). (Rima Sekarani/JIBI/Harian Jogja)
Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudas) Marsda TNI Yuyu Sutisna meninjau langsung uji coba Portable Radar Weibel MR-2 di Satradar 215/Congot
Harianjogja.com, JOGJA-Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudas) Marsda TNI Yuyu Sutisna meninjau langsung uji coba Portable Radar Weibel MR-2 di Satradar 215/Congot, Desa Jangkaran, Temon, Kulonprogo, Selasa (1/8/2017).
Radar baru tersebut diharapkan dapat mendukung operasional bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA).
Marsda TNI Yuyu Sutrisna mengatakan, uji coba radar baru sudah dilakukan dalam sepekan terakhir. "Ini kita coba menuntun atau menggaet pesawat tempur yang kami terbangkan dari Lanud Iswayudi. Kita terbangkan dua kali dengan radius terjauh tangkapan radar 150 nm dan semua terpantau atau tertangkap dengan baik," ucap dia.
Yuyu lalu mengungkapkan, pembangunan bandara di Kulonprogo membuat pihaknya merasa perlu meningkatkan pengawasan wilayah udara. Radar lama produksi Perancis tahun 1962 yang selama ini digunakan Satradar 215/Congot kemudian mendapatkan persetujuan untuk diganti dengan yang baru. "Radar ini mobile jadi bisa digunakan juga di tempat lain," kata Yuyu.
Selain mendukung operasional bandara, radar baru juga diharapkan mengoptimalkan pemantauan kegiatan sekolah penerbang, instruktur penerbang, dan instruktus navigator di Lanud Adisutjipto Jogja. Alat itu bisa memantau semua pesawat dengan jelas, baik yang dilengkapi dengan transponder maupun tidak.
Yuyu menambahkan, radar tersebut juga mampu memantau pergerakan kapal induk dan berbagai kemungkinan infiltrasi lain, khususnya di wilayah selatan hingga perbatasan dengan Australia.
Komandan Satradar 215/Congot TNI AU, Mayor Lek Joko Dwi Maryanto memaparkan, radar baru dapat menampilkan gambar dalam bentuk dua atau tiga dimensi. Jarak yang bisa dijangkau oleh sistem pelacakan alutsista itu mencapai 1.000 km dengan jarak efektif pengintaian sepanjang 250-400 km.
"TNI AU memilih radar canggih ini karena mobile, mudah diangkut, dan dipindahkan. Radar ini juga mampu diandalkan di segala cuaca," ungkap Joko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Janice Tjen kalah dari Emma Navarro pada babak pertama French Open 2026 namun masih berpeluang tampil di nomor ganda putri.
Cara membuat lagu AI viral menggunakan Suno AI tanpa harus bisa bernyanyi atau memainkan alat musik.
Daftar mobil Jip bekas murah mulai Rp40 jutaan yang masih tangguh, cocok untuk harian hingga hobi off-road.
Daging kurban hanya aman 2 jam di suhu ruang menurut ahli pangan. Simak cara penyimpanan dan penanganan yang benar agar tetap aman dikonsumsi.
DPRD DIY godok Raperda Pengelolaan Perfilman guna hidupkan ekosistem sinema dari level kelurahan. Didukung penuh Sultan HB X demi RPJPD 2025-2045.