Produksi Ikan Tangkap Turun, Pembangunan Pelabuhan Tanjung Adikarto Diharapkan Jadi Solusi

Arief Junianto
Arief Junianto Sabtu, 19 Agustus 2017 17:20 WIB
Produksi Ikan Tangkap Turun, Pembangunan Pelabuhan Tanjung Adikarto Diharapkan Jadi Solusi

Muara Sungai Serang, lokasi pengerukan kolam Pelabuhan Tanjung Adikarta. (Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja)

Pelabuhan Tanjung Adikarto belum dapat difungsikan secara maksimal

Harianjogja.com, JOGJA -- Pelabuhan Tanjung Adikarto kembali mangkrak. Rencana pembangunan ulang melalui redesain yang diusulkan oleh pemerintah DIY kemungkinan besar tidak dikabulkan oleh pemerintah pusat.

Baca Juga : http://m.harianjogja.com/?p=844202">PELABUHAN TANJUNG ADIKARTO : Geotube Mampu Hemat Anggaran hingga Rp100 Miliar

Menurut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP)  DIY Sigit Sapto Raharjo, produksi ikan tangkap di DIY sepanjang dua tahun terakhir memang mengalami penurunan dari yang semula 5.669,7 ton di tahun 2015 jadi 5.001,2 ton di tahun 2016.

Penurunan itu dilatarbelakangi oleh berbagai alasan. Mulai dari faktor cuaca ekstrem hingga banyaknya nelayan yang memiliki pekerjaan sampingan sebagai pembudidaya ikan air payau. Diakui Sigit, setidaknya lebih dari 20% nelayan di Bantul dan Kulonprogo yang kini mulai nyaman sebagai pembudidaya ikan air payau.

"Itulah sebabnya, kami berharap, pelabuhan tersebut bisa segera beroperasi. Setidaknya, kami harap pembangunan [pemecah ombak] bisa dilakukan awal 2018," ucapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis