Bukannya Memperkuat, Sejumlah Kebijakan Pemerintah Pusat Justru Dinilai Melemahkan Desa
Undang-Undang (UU) Desa dinilai belum mampu menghantarkan masyarakat desa menjadi sejahtera dan bermartabat.
SMK Negeri 1 Sewon, Bantul memberikan bantuan berupa air bersih sebanyak 10 tanki ke warga Desa Girimulyo, Panggang, Gunungkidul, Sabtu (5/8/2017). (IST/dok. SMKN 1 Sewon)
Kekeringan di Bantul tahun ini tidak separah tahun-tahun sebelumnya
Harianjogja.com, BANTUL- Kepala Pelaksana Harian Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BPBD) Bantul Dwi Daryanta mengatakan hujan yang kadang datang di sejumlah wilayah menambah pasokan air tanah sehingga kekeringan tidak separah tahun-tahun sebelumnya.
Di BPBD Bantul hingga saat ini belum ada tambahan permintaan pengedropan air. “Dulu baru ada dua pengajuan droping air setelah itu tidak ada lagi,” jelas Dwi Daryanto, Senin (21/7/2017).
Dwi membandingkan pada 2015, lembaganya mendistribusikan hingga 500 tangki air bersih ke berbagai wilayah di Bantul.
Padahal saat ini lanjut Dwi Daryanto, tak hanya lembaganya yang berwenang mendistribusikan air bersih. Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan dan Anak juga memiliki alokasi pengedropan air bersih sebanyak 150 tangki.
“Namun setahu saya Dinas Sosial juga belum banyak mendistribusikan air bersih. Karena kondisi saat ini memang beda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi tahun ini lebih baik,” imbuhnya lagi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Undang-Undang (UU) Desa dinilai belum mampu menghantarkan masyarakat desa menjadi sejahtera dan bermartabat.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
11 manfaat beras kencur untuk kesehatan, mulai dari menambah nafsu makan, menjaga stamina, hingga membantu tidur lebih nyenyak.
Sekawan Limo 2 Gunung Klawih tembus 212 ribu penonton di hari pertama, catat rekor box office Indonesia 2026.
Ngecas mobil listrik semalaman aman berkat BMS, bahkan lebih baik untuk baterai dibanding fast charging menurut studi Geotab.
Pelatih Malaysia Nafuzi Zain soroti kekuatan Timnas Indonesia di Grup H Kualifikasi Piala Asia U20 2027 yang disebut sangat ketat.