Warga Jogja Ditantang Berani Gundul
Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo sibuk menerima tamu dan melakukan koordinasi internal di rumah dinasnya pada hari pertama kerja, Selasa (23/5/2017). (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja)
Pelayanan publik yang berhadapan langsung dengan masyarakat rentan terhadap pungutan liar
Harianjogja.com, KULONPROGO-Pelayanan publik yang berhadapan langsung dengan masyarakat rentan terhadap pungutan liar.
Satgas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) diharapkan terus menggencarkan sosialisasi mengenai pemberantasan pungli kepada instansi pemerintah dan swasta maupun masyarakat umum.
Hal itu diungkapkan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kulonprogo, Arif Sudarmanto dalam sosialisasi saber pungli bagi petugas pelayanan publik Dinas Kesehatan, Dinas Pariwisata, dan Kementerian Agama Kulonprogo di Gedung Kaca, Wates, Selasa (22/8/2017).
"Sosialisasi ini diharapkan mampu menekan terjadinya pungli. Dengan begitu, tingkat kepercayaan masyarakat kepada instansi-instansi di lingkungan Pemkab Kulonprogo akan meningkat," kata Arif.
Arif mengatakan, pungli dapat diartikan sebagai kegiatan memungut biaya atau meminta uang secara paksa. Pungutan itu juga tidak diatur atau tercantum dalam peraturan berlaku sehingga termasuk praktek tindak kejahatan pidana.
"Dampaknya bisa menghambat pembangunan, menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat kepada pemerintah serta sangat merugikan masyarakat itu sendiri. Ini perlu upaya pemberantasan secara tegas dan terpadu sehingga menimbulkan efek jera," ucap Arif.
Arif lalu berharap Satgas Saber Pungli Kulonprogo bekerja secara optimal untuk memberantas pungli di Kulonprogo. Menurutnya, penegakan hukum memang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.
Dia juga mengingatkan jika ada tugas lain untuk mengedukasi masyarakat sebagai upaya pencegahan. Satgas pun diharapkan selalu bekerja sama dan menjalin semua instansi di lingkungan Pemkab Kulonprogo agar kinerjanya menjadi lebih efektif.
Inspektur Daerah Kulonprogo, Riyadi Sunarto memaparkan, sosialisasi siang itu diikuti oleh sekitar 200 orang. Mereka merupakan para petugas pelayanan yang sehari-hari memang berhadapan langsung dengan masyarakat, seperti kepala unit pelaksana teknis daerah (UPTD), petugas Tempat Penarikan Retribusi (TPR), Kantor Urusan Agama (KUA), hingga kelompok sadar wisata (Pokdarwis).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Erina Gudono resmi lulus S2 University of Pennsylvania sambil menjalani peran sebagai ibu bagi Bebingah bersama Kaesang Pangarep.
Jungkook BTS buka lowongan videografer dan editor untuk BTS WORLD TOUR ARIRANG. Simak kriteria dan peluang langka bergabung dengan tur dunia BTS di sini.
FIFA memperkenalkan lagu Dai Dai dari Shakira dan Burna Boy untuk Piala Dunia 2026. Berikut sejarah anthem resmi Piala Dunia.
Bojan Hodak dikabarkan meninggalkan Persib Bandung setelah membawa Maung Bandung meraih tiga gelar Liga Indonesia beruntun.
Kesbangpol Bantul berkoordinasi terkait polemik penolakan Gereja GMS di Sewon yang dipersoalkan soal perizinan rumah ibadah.