Perlu Komitmen Pemkot Jogja Wujudkan Becak Wisata

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Rabu, 23 Agustus 2017 09:55 WIB
Perlu Komitmen Pemkot Jogja Wujudkan Becak Wisata

JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Wisatawan asing berkeliling kota dengan menumpang becak kayuh seperti terlihat saat melintas di kawasan wisata kuliner gudeg, Plengkung Wijilan, Yogyakarta, Senin (03/08/2015). Salah satu paket wisata yang banyak diminati wisatawan asing saat berkunjung di Yogyakarta adalah mengunjungi berbagai tempat wisata menggunakan becak kayuh. Kunjungan wisatawan asing pada bulan ini terus meningkat seiring musim libur di eropa.

Wisata Jogja perlu diperkuat dengan keberadaan becak wisata

Harianjogja.com, JOGJA -- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jogja, Emanuel Ardi Prasetya menyatakan untuk mewujudkan becak wisata tidak harus menunggu desain becak karena becak yang sesuai dengan ciri khas Jogja sudah jelas becak kayuh.
“Tinggal komitmen Pemkot serius tau tidak,” kata dia di DPRD Kota Jogja, Selasa (22/8/2017).

Ardi mengatakan Pemerintah Kota Jogja tinggal mendata becak kayuh, kemudian melakukan pembinaan, salah satunya dengan mendesain becak kayuh agar lebih menarik dilirik wisatawan. Kemudian, kata dia, Pemerintah Kota Jogja merangkul para pengelola wisata agar menyediakan tempat khusus untuk becak, baik di hotel, toko oleh-oleh, dan tempat-tempat wisata yang ramai dikunjungi wisatawan.

Untuk menguatkan upaya tersebut, Pemerintah Kota Jogja bisa membuat payung hukum berupa peraturan wali kota atau Perwal. “Sehingga paguyuban becak kayuh terlindungi,” kata Ardi. Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menilai selama ini konsep becak wisata itu selalu menjadi wacana namun tidak ada aksinya.

Desain becak yang sesuai dengan ciri khas Kota Jogja tengah dikaji oleh Pemerintah Kota Jogja seiring dengan banyaknya tuntutan pengelola becah bertenaga motor atau bentor. Kajian becak itu direncanakan sudah bisa selesai pada 2018 mendatang.  Ardi tidak mempersoalkan jika pemerintah berupaya mendesain ulang becak untuk mengakomodir bentor. Namun ia meminta pengeudi becak kayu yang masih ada saat ini juga perlu diperhatikan.

Sebelumnya, Ketua Komisi C DPRD Kota Jogja, Bambang Seno Baskoro mengatakan penataan wisata di kota Jogja harus menyentuh becak dan andong. Selain menyediakan ruang khusus di tempat wisata, diperlukan juga jalr khusus becak andong. Bambang mengatakan selama ini jalur becak dan andong baru ada di Malioboro. Kedepan jalur becak harus diperluas sampai wilayah pakualaman, Kotagede, Kotabaru hingga kawasan Tugu. Upaya itu kini tengah dibahas dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penataan Transportasi Lokal.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online