PHK BANTUL : Ekonomi Memburuk, Hingga Agustus 2017, 2.000 Pekerja "Diputus"

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jum'at, 25 Agustus 2017 14:20 WIB
PHK BANTUL : Ekonomi Memburuk, Hingga Agustus 2017, 2.000 Pekerja "Diputus"

Ilustrasi buruh menolak PHK (JIBI/Solopos/Antara)

PHK Bantul dialami sekitar 2.000 karyawan

Harianjogja.com, BANTUL- Lebih dari 2.000 tenaga kerja di Kabupaten Bantul telah mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepanjang tahun ini. Memburuknya kondisi ekonomi dikhawatirkan terus bergulir.

Pemecetan terhadap ribuan pekerja tersebut diperoleh dari data jumlah pekerja yang melakukan sengketa hubungan industrial lantaran mengalami pemecatan alias PHK. Mereka menempuh sengketa hubungan industrial melalui jalur mediasi tripartit yang difasilitasi pemerintah maupun bipartit (perundingan pekerja dengan pengusaha).

“Yang melakukan sengketa lewat jalur mediasi tercatat tidak lebih dari  1.000, untuk jalur bipartit ada sebanyak 2.000-an. Jadi totalnya mencapai 2.000 lebih,” kata Kepala Seksi Pelayanan Perselisihan dan Hubungan Industrial Disnakertrans Bantul And Nursina Karti, Jumat (25/8/2017).

Jumlah tersebut menurutnya belum termasuk kasus PHK pekerja yang tak dilaporkan ke Disnakertrans. Sejatinya kata dia, bila dibandingkan dengan total pekerja yang mengalami PHK pada 2016 lebih banyak yaitu sekitar 4.000 lebih pekerja. Namun jumlah 2.000 pekerja tahun ini hanya angka sementara alias belum menghitung angka hingga tutup tahun. Jumlahnya bisa bertambah hingga Desember nanti.

And Nursina Karti tak menampik bila kondisi ekonomi tahun ini tak lebih baik dibanding tahun lalu. Saat ini ia menyebut ada dua perusahaan yang kini kolaps alias tutup. Dua perusahaan tersebut bergerak di bidang pengolahan kayu dan makanan.

“Masing-masing ada yang karyawannya berjumlah 450 orang, satunya untuk industri makanan berjumlah 200 lebih,” ujarnya lagi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online