Pesawat Gulfstream G-V N50JE yang membawa Obama dan rombongan mendarat di Bandara Adisutjipto, Sleman, Rabu (27/6/2017). (JIBI/Harian Jogja/Galih Eko Kurniawan)
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan Bandara New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) harus dapat membuat Jogja, Borobudur dan Solo menjadi segitiga pariwisata utama
Harianjogja.com, JOGJA-Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan Bandara New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) harus dapat membuat Jogja, Borobudur dan Solo menjadi segitiga pariwisata utama. Pasalnya, selama ini sebagai daerah tujuan wisata, penerbangan ke Jogja maupun sebaliknya masih dinilai stagnan dibandingkan Bali.
Hal itu disampaikan Budi saat menjadi keynote speech dalam Seminar Bandara Kulonprogo dan Akselerasi Pembangunan Ekonomi Yogyakarta di Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Jumat (25/8/2017). Budi memaparkan dibandingkan dengan Bali, penerbangan di Bandara Ngurah Rai sangat banyak.
"Bahkan, permintaan penerbangan ke Bali sangat tinggi. Sedangkan Jogja bandaranya terbatas [kapasitasnya]. Padahal potensinya ada. Untuk itu, target 2019 harus bandara Kulonprogo harus selesai," ujar Budi.
Dampak bandara baru terhadap pariwisata tidak hanya akan dirasakan Jogja. Budi mengatakan pariwisata di Kulonprogo juga sangat diminati, sehingga diharapkan akan menarik minat wisatawan untuk datang ke Jogja.
"Harus membuat Jogja, Solo dan Borobudur menjadi segitiga atau segiempat tujuan wisata. Sehingga mampu membuat wisatawan lebih lama tinggal di Jogja," ungkap Budi.
Aksesibilitas juga sangat diperlukan untuk menunjang pariwisata. Terkait hal itu, Sekda Kulonprogo, Astungkoro mengungkapkan adanya kawasan Menoreh yang menjadi bagian dari penataan kawasan Borobudur. Bahkan, potensi kawasan ini dianggap menjadi keunggulan dari situs warisan dunia, Candi Borobudur.
Astungkoro mengatakan ada kurang lebih 300 hektare lahan yang menjadi bagian dari penataan kawasan tersebut. Kendati tidak banyak lahan yang dibutuhkan, namun keunggulan kawasan tersebut berada pada lokasinya yang strategis untuk melihat Candi Borobudur.
"Jadi konsep melihat Borobudur ini tidak lagi dari dekat, tetapi dari kejauhan. Bahkan ada surat dari UNESCO yang berharap menara-menara telekomunikasi yang ada di sekitarnya dapat dipangkas," papar Astungkoro.
Sementara itu, Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Danang Baskoro menambahkan Bandara NYIA akan menjadi bandara berkapasitas besar yang dapat menampung pesawat berbadan besar. Sejumlah maskapai internasional sudah sepakat untuk mendaratkan pesawat mereka di bandara ini.
"Sudah ada tiga maskapai internasional yang sepakat masuk ke Jogja. Yaitu Emirat, Etihad dan Qatar," ungkap Danang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tags: