73 Perusahaan di Bantul Lenyap

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Senin, 28 Agustus 2017 12:20 WIB
73 Perusahaan di Bantul Lenyap

HarianJogja/Gigih M. Hanafi Perajin menyelesaikan wuwungan (penutup genteng paling atas) di Sentra Pembuatan Gerabah Kasongan, Bantul, Kamis (7/2). Cuaca yang masih didominasi mendung dan hujan membuat proses penjemuran wuwungan terkendala dalam pengeringan, biasanya dalam sehari wuwungan akan kering tetapi karena tidak ada matahari maka pengeringan memakan waktu sampai 3 hari.

Bantul kehilangan sebanyak 73 perusahaan berdasarkan data yang tercatat tahun ini

Harinjogja.com, BANTUL- Bantul kehilangan sebanyak 73 perusahaan berdasarkan data yang tercatat tahun ini. Jumlah pengangguran diprediksi meningkat.

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul menyebut, hanya ada 621 perusahaan yang tercatat beroperasi di Bantul tahun ini. Padahal tahun lalu, jumlah perusahaan yang ada di daerah ini tercatat sebanyak 694 lembaga. Artinya ada sebanyak 73 perusahaan yang lenyap.

Kepala Seksi Penyelesaian Perselisihan dan Hubungan Industrial (HI) Disnakertrans Bantul And Nursina Karti mengatakan, lenyapnya sebanyak 73 perusahaan itu diketahui lembaganya dari data yang dilaporkan Disnakertrans DIY. “Saat ini kewenangan pendataan perusahaan dan sebagainya ditangani DIY, kami hanya menerima laporan. Jumlahnya justru berkurang banyak,” kata And Nursina Karti, Minggu (27/8).

Pihaknya kata dia tidak mengetahui mengapa sebanyak 73 perusahaan itu lenyap. Pasalnya otoritas perusahaan tak pernah melaporkan apa yang terjadi dengan usaha mereka termasuk kondisi karyawannya. Bahkan pemerintah tidak mengetahui berapa karyawan yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat lenyapnya puluhan perusahaan tersebut.

“Kami bingung, kami tidak tahu kemana perusahaan-perusahaan itu. Makanya kami akan mencari tahu kemana selisih jumlah perusahaan itu [perusahaan yang lenyap],” papar dia. And Nursina Karti memastikan, perusahaan yang dimaksud adalah usaha yang memiliki pekerja di atas 25 orang.

Pemerintah kata dia mengkhawatirkan lenyapnya perusahaan tersebut menyebabkan terjadinya PHK dan berakibat pada penambahan jumlah pengangguran. Ia membandingkan, dua perusahaan yang dilaporkan tutup tahun ini saja telah menyebabkan PHK pada lebih dari 600 orang tenaga kerja.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online