GUNUNG MERAPI : Warga Enggan Pindah, Berikut Sikap Pemerintah

Sekar Langit Nariswari
Sekar Langit Nariswari Kamis, 31 Agustus 2017 22:23 WIB
GUNUNG MERAPI : Warga Enggan Pindah, Berikut Sikap Pemerintah

Asap sulfatara keluar dari Gunung Merapi saat dipotret dari Sabana 2 Gunung Merbabu, Boyolali, Jawa Tengah Minggu (27/4/2014). Menurut Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), status Gunung Merapi masih normal meskipun mengeluarkan asap sulfatara yang mencapai ketinggian sekitar 400 meter mengarah ke Barat Daya. (JIBI/Solopos/Antara/Teresia May)

Gunung Merapi, korban masih enggan pindah

Harianjogja.com, SLEMAN -- Sedikitnya 607 Kepala Keluarga (KK) korban erupsi Merapi 2010 masih enggan direlokasi hingga kini. Penolakan sebagian besar didasarkan pada masalah ekonomi dan kepemilikan lahan.

Baca Juga : http://m.harianjogja.com/?p=847581">GUNUNG MERAPI : 607 KK Masih Enggan Relokasi, Ini 4 Alasannya

Menanggapi hal ini,  Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Krido Suprayitno menyampaikan pihaknya berupaya melakukan perbaikan, salah satunya dengan melakukan inventarisasi data di tahun mendatang. Pasalnya, jumlah tersebut dirasa sudah tidak relevan dengan perkembangan data kependudukan masyarakat saat ini. Pendataan diupayakan akan dilakukan dengan mencakup data pekerjaan masyarakat tersebut sebagai dasar pengambilan kebijakan berikutnya.

Sementara itu, Kepala Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) DIY, I Gusti Made Nandaka, ditemui di lokasi yang sama, mengatakan aktivitas Gunung Merapi belakangan ini terpantau normal.

“Belum ada peningkatan aktivitas,”ujar dia. Terkait sejumlah warga yang masih belum mau direlokasi ini, ia mengatakan akan sangat lebih baik apabila warga tersebut bisa direlokasi meski diakui masih ada sejumlah masalah sosial yang mengganjal.

Pihaknya menilai kawasan yang berada di sekitar Gunung Merapi tetap terkategori rentan meski aktivitas vulkaniknya cenderung normal. Pasalnya, ancaman tersebut akan tetap ada karena gunung api itu masih dalam kondisi aktif.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online