Agen Perjalanan Haji dan Umroh Ikut Terdampak Kasus Penipuan

Holy Kartika Nurwigati
Holy Kartika Nurwigati Jum'at, 01 September 2017 13:20 WIB
Agen Perjalanan Haji dan Umroh Ikut Terdampak Kasus Penipuan

Ilustrasi Ibadah Haji (JIBI/Solopos/Antara)

Kasus penipuan biro perjalanan haji dan umroh yang merugikan ribuan jamaah,

Harianjogja.com, JOGJA-Kasus penipuan biro perjalanan haji dan umroh yang merugikan ribuan jamaah, memberikan dampak pada bisnis biro perjalanan ibadah di Jogja. Kendati peminat umroh masih tinggi, namun tak dipungkiri akibat dari kasus tersebut membuat kecemasan para penyedia jasa perjalanan ibadah ini.

"Dari sejak dua tahun lalu, kami selalu menekankan agar masyarakat dapat jeli dalam memilih biro haji umroh. Akibat kasus ini, bukan saja merugikan masyarakat tetapi biro haji umroh yang legal juga bisa terdampak dan dianggap sama," ujar Ketua Asosiasi Tour dan Travel Agent Indonesia (Asita) DIY, Udhi Sudiyanto di Le Petit Lafayette Hotel, Rabu (30/8/2017).

Biro perjalanan haji DIY mengimbau masyarakat untuk jeli dalam memilih biro perjalanan. Terlebih, korban penipuan biro perjalanan tersebut tergiur oleh harga murah yang ditawarkan.

Wakil Ketua Asita DIY Bidang Tata Niaga, Hery Setiawan menambahkan biro perjalanan haji dan umroh terus berkembang. Banyak pemuka agama hingga publik figur yang tiba-tiba terjun ke bisnis ini.

"Atau mereka yang sudah pernah umroh atau haji beberapa kali, lalu ingin mendirikan biro perjalanan, tetapi tidak tahu tentang hospitality dan kaidah bisnis biro perjalanan," ungkap Hery.

Hery mengatakan fenomena tersebut membuat banyak biro perjalanan tidak resmi bermunculan. Seiring dengan banyaknya bisnis ini, Hery terus mengimbau kepada para pelaku biro perjalanan ibadah yang belum terdaftar resmi, untuk segera melegalkan usahanya. Dari 145 biro perjalanan yang tergabung di Asita DIY, sebanyak 15 biro merupakan penyedia perjalanan haji umroh.

Kepala Bidang Haji Umroh Asita DIY, Zudiyatno mengaku akibat dari kasus penipuan haji umroh yang dilakukan First Travel, memberikan dampak pada pelaku bisnis perjalanan ibadah yang legal.

Kendati sedikit banyak memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap penyedia jasa perjalanan haji umroh, animo masyarakat untuk beribadah ke tanah suci masih tinggi.

"Rata-rata biaya perjalanan ibadah ini dipatok mulai dari Rp21 jutaan. Jika dipromosikan sampai di bawah Rp14 juta itu sangat tidak masuk akal. Padahal, tiket dari Solo ke Jeddah saja sudah sekitar Rp13-14 juta. Jadi Kami berharap masyarakat jangan mau tergiur iming-iming harga paket umroh atau haji yang murah," jelas Zudi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online