JIBI/HARIAN JOGJA/DESI SURYANTO
PREDATOR ALAMI KIAN TERSINGKIR -- Sekumpulan burung kuntul (Ardeola, Sp) memakan cacing sawah di aeral persawahan yang sedang dibajak di Sewon, Bantul, Jumat (18/5). Predator alami hama pada tanaman padi ini selalu bermigrasi menuju persawahan yang sedang dibajak untuk mencari makan, alih fungsi lahan pertanian menjadi pemukiman semakin mepersempit burung burung sahabat petani itu untuk mencari makan secara alami.
Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan adalah 35.911 hektare dari total luas lahan pertanian yang mencapai, kurang lebih, 55.000 hektare.
Harianjogja.com, JOGJA- Kepala Dinas Pertanian DIY, Sasongko mengatakan, mengenai alih fungsi lahan, DIY sudah memiliki Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2011 tentang Perlindungan Lahan Pangan Berkelanjutan. Menurutnya, saat ini pihaknya sedang menunggu pengesahan perda serupa di tingkat kabupaten.
“Nanti kabupaten akan mendata tanah ini milik a, b, atau c. Jika tanah mereka termasuk dalam lahan yang ditetapkan sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan dan dialih fungsikan maka nanti mereka akan mendapatkan ganti. Sebelum selesai pendataan, maka belum bisa dilakukan pergantiaan,” jelasnya.
Jumlah lahan di DIY yang sudah ditetapkan menjadi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, katanya, adalah 35.911 hektare dari total luas lahan pertanian yang mencapai, kurang lebih, 55.000 hektare.
“Sehingga masih ada sisa lahan. Tapi bukan berarti lahan yang tidak ditetapkan akan dialihfungsikan, melainkan artinya masih ada sisa yang bisa digunakan sebagai lahan pengganti atau yang digunakan untuk kepentingan umum,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tags: