Klaim BPJS Ketenagakerjaan Tembus Rp242 Miliar
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Sejumlah siswa baru SMA Negeri 3 Yogyakarta berpartisipasi untuk memainkan gamelan dengan dipandu kakak kelas mereka saat mengikuti pengenalan kegiatan ekstrakurikuler karawitan di sekolah tersebut, Kamis (30/07/2015). Puluhan kegiatan ekstrakurikuler dan komunitas yang dimiliki sekolah itu ditampilkan dapam upaya menarik minat siswa untuk mengikuti kegiatan di lingkungan sekolah.
Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Kulonprogo menyelenggarakan Festival Karawitan Remaja
Harianjogja.com, KULONPROGO-Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Kulonprogo menyelenggarakan Festival Karawitan Remaja di kawasan wisata Waduk Sermo, Kokap, Kulonprogo, Minggu (17/9/2017). Kegiatan itu diharapkan meningkatkan keterlibatan generasi muda dalam upaya pelestarian budaya.
Kepala Bidang Sejarah, Bahasa, dan Sastra Disbud Kulonprogo, Wruhantoro mengatakan selama ini upaya pendampingan seni karawitan memang baru menyasar kalangan grup atau komunitas seni serta masyarakat secara umum.
Namun, pesertanya kebanyakan merupakan orang dewasa dan kalangan sepuh. “Ini baru pertama kali diselenggarakan. Nanti sekalian untuk tolak ukur awal soal sejauh mana karawitan diminati anak muda,” ucap Wruhantoro.
Wruhantoro memaparkan, Festival Karawitan Remaja diikuti 12 kontingen pelajar SMP. Mereka merupakan perwakilan dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pendidikan Dasar (Dikdas) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kulonprogo yang tersebar di 12 kecamatan seluruh Kulonprogo.
Setiap kontingen membawakan tiga gending, yaitu gending wajib, gending pilihan bebas, dan gending bebas. “Mereka bisa bereksplorasi sesuai kreativitas masing-masing pada gending bebas. Gending wajib dan pilihan bebas sebenarnya juga bisa tapi dengan tidak melupakan pakemnya,” ujar Wruhantoro.
Festival Karawitan Remaja bertujuan menjadi ruang ekspresi potensi seni yang dimiliki remaja, khususnya pelajar SMP. Wruhantoro lalu mengatakan, instansinya juga berencana merangkul karang taruna dalam upaya pelestarian dan pengembangan seni karawitan di kalangan anak muda.
“Harapannya bisa menumbuhkan semangat handarbeni di kalangan generasi muda tentang aset budaya yang adiluhung, terutama seni karawitan,” ungkap dia.
Wruhantoro menambahkan, Festival Karawitan Remaja tidak hanya diadakan demi meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni karawitan. Ajang itu juga diharapkan menambah daya tarik wisata. Itulah mengapa pihaknya memilih kawasan Waduk Sermo sebagai lokasi kegiatan.
Sementara itu, Kepala Disbud Kulonprogo, Untung Waluyo mengatakan, penanaman rasa cinta terhadap kebudayaan lokal mesti dilakukan sejak dini. Dengan demikian, mereka diharapkan lebih termovitasi untuk aktif dalam upaya pelestarian warisan seni dan budaya saat sudah dewasa.
Untung berpendapat, pelajar merupakan ahli waris kekayaan budaya. Mereka harus diarahkan untuk menyukai dan bangga dengan kebudayaan lokal agar tidak hanya tertarik dengan kebudayaan asing yang juga semakin populer di kalangan masyarakat. “Kita coba meletakkan kerangka kebudayaan kepada anak sekolah sejak dini,” kata Untung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada 1.000 perwira TNI-Polri di Seskoad Bandung, sekaligus meresmikan perpustakaan dan museum
BGN berkoordinasi dengan Satgas MBG Polri untuk mengusut maraknya dugaan penipuan jual beli titik SPPG program Makan Bergizi Gratis.
KPK memeriksa tiga ASN Kemenhub sebagai saksi kasus dugaan suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api DJKA Kemenhub.
Kemendag meluncurkan layanan alat ukur SPKLU guna memastikan konsumen kendaraan listrik mendapat daya sesuai pembayaran
Penjualan sapi kurban asal Gunungkidul tembus 4.700 ekor jelang Iduladha 2026. Permintaan naik dibanding tahun lalu.