Dana Transfer ke Daerah Anjlok, Saatnya BPD Unjuk Peran
Peran strategis BPD terus didorong untuk menopang perekonomian daerah, terlebih dengan meningkatnya tekanan fiskal dan serta menurunnya dana transfer ke daerah.
Tiga kecamatan di DIY masih mendominasi desa rawan pangan
Harianjogja.com, JOGJA--Tiga kecamatan masih mendominasi desa rawan pangan. Sayangnya, tahun pemerintahan hanya targetkan pengurangan dua desa rawan pangan saja.
Berdasarkan data Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) DIY, jumlah desa rawan pangan di DIY pada tahun 2016 adalah 16 desa. Angka itu mengalami penurunan dari tahun 2015 yang mencapai 20 desa. Sedangkan di tahun 2017 ini, pemerintah DIY menargetkan desa rawan pangan berkurang menjadi 14 desa.
Kepala BKPP DIY Arofah Noor Indriani menjelaskan, setidaknya ada tiga indikator penting dalam menentukan peta desa rawan pangan tersebut. Ketiga indikator itu masing-masing adalah ketersediaan pangan, aksesibilitas dan faktor kemiskinan, serta kesehatan.
"Indikator ketersediaan pangan biasanya dialami desa-desa padat pemukiman yang berbatasan dengan wilayah perkotaan. Kalau di DIY, indikator desa rawan pangan paling banyak adalah terkait kemiskinan," kata Arofah, Senin (25/9/2017).
Indikator kemiskinan itu, terbanyak memang ada di dua kabupaten, Kulonprogo dan Gunungkidul. Di Kulonprogo misalnya, jumlah desa yang tercatat di zona merah kemiskinan mencapai 10 desa. Sedangkan di Gunungkidul, setidaknya terdapat 14 desa.
Untuk itu, Arofah menambahkan, pihaknya memiliki Program LAPM (Lembaga Akses Pangan Masyarakat) untuk mendekatkan harga dari daerah sentra ke daerah rawan pangan. Contohnya terkait gula pasir dari daerah sentra pabrik gula Madukosmo jika dijual ke daerah rawan pangan harganya akan tinggi karena terbebani tranportasi.
Dengan adanya LAPM, kebutuhan pangan masyarakat itu nantinya akan dibeli untuk kemudian dijual lagi ke masyarakat yang masih rawan pangan dengan harga yang sama dengan daerah sentra produksi.
Dikatakannya, LAPM sudah tersebar di seluruh desa rawan pangan. Hanya saja yang difasilitasi pemerintah tak lebih dari empat unit saja.
Sebagai catatan, LAPM muncul di DIY sejak 2010 dan dari daerah lain sering mencontoh dari DIY. Sejauh ini ada 57 LAPM yang tersebar di seluruh DIY.
Meski begitu, pengentasan desa rawan pangan, diakui Arofah bukan tanpa kendala.
Selain faktor bencana dan kemiskinan, minimnya anggaran juga menjadi batu sandungan pihaknya untuk merealisasikan program tersebut. Hal itulah yang menyebabkan pemerintah lebih realistis dalam menetapkan target penanganan terhadap desa rawan bencana.
Di tahun ini saja, anggaran untuk desa rawan pangan tak lebih dari Rp150 juta saja yang bersumber dari Dana Hibah. Anggaran itu nantinya akan didistribusikan untuk beberapa kegiatan, meliputi pengembangan desa mandiri pangan, pengembangan LAPM, pengembangan kawasan rumah pangan lestari yang diwujudkan dalam bentuk pemanfaatan area pekarangan, serta pengembangan cadangan pangan.
Khusus untuk LAPM sendiri, diakuinya memang hanya ada anggaran untuk 2 unit LAPM saja. "Kalau jumlah anggarannya, sekitar 25 persen dari total anggaran untuk desa rawan pangan," tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bantul mendapat tambahan Rp6 miliar untuk penanganan jalan dan permukiman melalui APBD Perubahan 2026. Ada sekitar 10 titik yang disiapkan.
Bezzecchi meraih pole MotoGP San Marino 2026 dengan rekor baru Misano 1:29,982. Marc Marquez kedua, Aldeguer ketiga.
Persija Jakarta menang 2-1 atas Persib Bandung. Ivan Mamut mencetak gol kemenangan pada menit 90+4 dalam duel di GBK.
PSS Sleman kalah 1-3 dari Madura United di BRI Liga 1. Meski menguasai bola 59 persen dan melepas 19 tembakan, PSS tetap tumbang.
Bagnaia kembali gagal menembus Q2 MotoGP San Marino 2026. Ia harus melewati Q1 untuk keempat kalinya secara beruntun.