Bukannya Memperkuat, Sejumlah Kebijakan Pemerintah Pusat Justru Dinilai Melemahkan Desa
Undang-Undang (UU) Desa dinilai belum mampu menghantarkan masyarakat desa menjadi sejahtera dan bermartabat.
Seorang pemuda menunjukkan ikan yang mati di Kali Opak yang melintasi Desa Sitimulyo, Piyungan, Bantul, Rabu (27/9/2017). (Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja)
Pencemaran lingkungan terjadi di daerah Piyungan.
Harianjogja.com, BANTUL -- Limbah yang mengandung Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) diyakini mencemari Sungai Opak yang melintasi wilayah Piyungan, Bantul sehingga mengakibatkan ribuan ikan mati seketika. Ekosistem di kawasan Sungai Opak dipastikan rusak akibat pencemaran lingkungan tersebut.
Baca Juga : http://m.harianjogja.com/?p=854982">Ribuan Ikan di Kali Opak Mati, Diduga Tercemar Limbah
Pakar di bidang sumber daya air dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Agus Maryono mengatakan bila melihat kondisi yang terjadi, limbah yang mengandung B3 diyakini mencemari Sungai Opak.
“Kalau ikannya sampai mati, itu sudah mengandung B3 antara lain logam berat. Kalau enggak beracun paling hanya lemas saja,” ungkap Agus Maryono yang selama ini aktif terlibat pemulihan kawasan sungai, Kamis (28/9/2017).
Limbah B3 yang tidak dinetralkan menurutnya membahayakan lingkungan sekitar. Kematian ribuan ikan di Sungai Opak menurutnya telah berdampak pada banyak hal. Pertama, terganggunya ekosistem di kawasan sungai tersebut.
“Kalau ikan semuanya mati, maka biota sungai lainnya ikut terganggu seperti udang, plankton. Rantai makanan juga terganggu, tidak ada lagi burung pemakan ikan dan lainnya,” papar dia.
Seperti diberitakan, kematian ribuan ikan secara tiba-tiba itu terjadi setelah warga membuka bendungan air limbah yang tertahan karena saluran limbah ditutup oleh warga. Penutupan saluran limbah selama lebih dari seminggu itu dilakukan agar tidak mengganggu proses pembangunan salah satu jembatan yang ada di wilayah ini. Di bawah jembatan itu, mengalir sungai kecil yang merupakan anak Sungai Opak. Sungai kecil itu menampung limbah dari berbagai pabrik kulit dan tekstil serta Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan. Limbah dari sungai kecil lalu masuk ke Sungai Opak dan mencemari air.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Undang-Undang (UU) Desa dinilai belum mampu menghantarkan masyarakat desa menjadi sejahtera dan bermartabat.
Cara cek SLIK OJK lewat iDebku online untuk melihat riwayat kredit dan status pinjaman secara gratis dan resmi.
Veda Ega Pratama memimpin klasemen rookie Moto3 2026 dengan 58 poin, tapi Brian Uriarte mulai mengintai. Saksikan duel sengit di Mugello akhir pekan ini
Libur Iduladha tingkatkan kunjungan wisata di Bantul, Pantai Parangtritis jadi destinasi paling ramai wisatawan.
Piala Dunia 2026 jadi turnamen termahal sepanjang sejarah. AS gelontorkan Rp196,5 triliun, target PDB naik US$17,2 miliar. Simak analisis untung-rugi ekonomi
Konser BTS di Busan picu lonjakan harga hotel hingga 7 kali lipat dan keluhan ARMY soal getok harga penginapan.