JNE Dukung Promosi Pariwisata Cilacap
Bandara Kulonprogo, pembersihan lahan ditarget akhir bulan depan.
Harianjogja.com, KULONPROGO -- PT Angkasa Pura I menargetkan tahap land clearing atau pembersihan lahan selesai dilakukan pada akhir Oktober 2017. Namun, hal itu hanya dapat tercapai jika semua warga terdampak segera meninggalkan kawasan pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA).
Baca Juga :http://m.harianjogja.com/?p=854785"> BANDARA KULONPROGO : Dulu Disisakan, Sekarang Diharapkan Ikut Dibebaskan Semua
Project Manager Pembangunan NYIA PT Angkasa Pura I, Sujiastono mengatakan kegiatan pembersihan lahan yang dimulai sejak pekan kedua Agustus lalu masih terus berjalan. Pihaknya saat ini mengutamakan area yang disiapkan sebagai air side atau kawasan udara yang mencakup landasan pacu dan jalur parkir pesawat.
“Daerah air side itu sekarang lagi kita kebut,” ujar Sujiastono, Kamis (28/9/2017).
Sujiastono memaparkan rangkaian pengerjaan pembangunan fisik dilakukan secara bertahap dan simultan. Dia sebenarnya menyayangkan warga terdampak yang belum pindah dengan berbagai alasan. Padahal surat perintah pengosongan lahan sudah dikeluarkan sejak tiga pekan lalu. PT Angkasa Pura I juga sudah melayangkan surat peringatan hingga tiga kali untuk mengingatkan jika warga terdampak hanya punya waktu sampai Jumat (22/9/2017) pekan kemarin.
Kendati belum semua warga pindah, pembersihan lahan tetap dilanjutkan dengan berusaha menyesuaikan kondisi di lapangan. Meski begitu, Sujiastono menyatakan tidak ada toleransi khusus untuk daerah air side.
“Kalau itu memang harus segera dikerjakan, ya saya bongkar,” katanya menegaskan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Daftar mobil listrik murah 2026 di Jogja mulai Rp100 jutaan, cocok untuk mobilitas harian dan hemat biaya BBM
Lima pendaki tersambar petir di puncak Gunung Monrolo, Maros. Satu orang meninggal dunia dan empat lainnya selamat.
Pemkab Sleman bekerja sama dengan 34 perguruan tinggi DIY untuk memperluas akses pendidikan melalui Beasiswa Sleman Pintar 2026.
Harga cabai rawit merah nasional mencapai Rp81.300 per kg berdasarkan data PIHPS Bank Indonesia, Senin (25/5/2026)
Kemenkes mencatat 1.443 kasus pemasungan penderita skizofrenia hingga triwulan I 2026 dan mendorong penguatan layanan jiwa