Toko Berjejaring Terus Berkembang, Ritel Lokal Ini Perluas Pasar
Bisnis ritel berjejaring di DIY terus berkembang, bahkan jaringan lokal pun semakin memperkuat dan memperluas pasarnya.
Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian (Distan) DIY Yektining Rahajeng. (Arief Junianto/JIBI/Harian Jogja)
Pertanian DIY, subsidi benih akan ditambah
Harianjogja.com, JOGJA --Alokasi benih bersubsidi untuk DIY ditambah hingga akhir tahun 2017 mendatang. Dari alokasi yang semula berjumlah 800 ton benih padi inbrida untuk 32.000 hektar lahan, ditambah menjadi 1.300 ton benih padi inbrida untuk 52.000 hektar lahan.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian (Distan) DIY Yektining Rahajeng. Diakuinya, penambahan tersebut didasari atas permintaan pemerntah DIY. “Syukurlah realisasinya melebihi usulan kami yang hanya 12.000 hektar,” katanya, Jumat (29/9/2017).
Dari alokasi itu, permintaan terbanyak memang ada pada lahan di Gunungkidul yang mencapai 27.000 hektar lebih dengan benih mencapai lebih dari 680 ton. Sedangkan permintaan paling sedikit adalah dari Kabupaten Kulonprogo yang hanya sekitar 113 ton lebih untuk 4.450 hektar lahan.
Ia menjelaskan, mekanisme alokasi benih bersubsidi itu memang didapatkan dari usulan masing-masing Pemkab atas permintaan Kelompok Tani (Poktan) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Sementara jenis benihnya, diakui Yektining, belum ada petani yang memesan benih varietas yang baru diluncurkan tahun ini, Inpari 30.
“Kebanyakan mereka masih memesan benih Ciherang dan Mekongga. Bahkan ada pula yang masih memesan IR 64,” tambahnya.
Benih-benih itu nantinya akan diberikan kepada petani pemesan dengan harga lebih murah dari harga pasaran. Jika di pasaran, harga bisa mencapai Rp9.000 per kilogram, sedangkan Harga Eceran Tertinggi (HET) benih inbrida bersubsidi hanya Rp2.500 per kilogram.
Sementara untuk dua komoditas benih bersubsidi lainnya, yakni padi hibrida dan benih kedelai, tidak mengalami perubahan. Jumlah alokasi kedua komoditas itu masing-masing mencapai 75 ton untuk 5.000 hektar lahan serta 250 ton untuk 5.000 hektar.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian DIY Sasongko menjelaskan, distribusi benih bersubsidi dilakukan oleh dua perusahaan BUMN produsen benih yakni PT Sang Hyang Seri dan PT Pertani. Sementara petani yang berhak atas benih bersubsidi tersebut adalah petani yang sudah bergabung dalam kelompok tani yang telah diresmikan oleh instansi berwenang. “Kalau ada petani yang telah menerima bantuan benih dari kegiatan lain atau membeli benih bersubsidi, boleh membeli benih bersubsidi lagi pada musim tanam berikutnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
OMC di kawasan IKN dimulai dengan penyemaian 800 kg garam untuk memicu hujan dan menambah cadangan air di tengah musim kemarau.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 23 Agustus 2026 tersedia dari pagi hingga malam. Simak jadwal lengkap Yogyakarta-Palur di sini.
Gunung Gandul Wonogiri terbakar dua kali dalam sehari. Sekitar 4 hektare hutan terbakar dan api baru berhasil dipadamkan pukul 20.00 WIB.
Kemenhub memperkuat kesiapan personel SAR menghadapi kecelakaan dan kebakaran kapal melalui pembekalan keterampilan serta SOP keselamatan.
Manchester United mengawali Liga Inggris 2026/2027 dengan kekalahan 0-2 dari tim promosi Hull City di MKM Stadium.