Cahya Supriadi Perkuat Timnas Indonesia, PSIM Jogja Dukung Penuh
Kiper PSIM Jogja Cahya Supriadi resmi dipanggil memperkuat Timnas Indonesia di ASEAN Championship Hyundai Cup 2026 usai menerima surat dari PSSI.
Ilustrasi akreditasi (kopertis3.or.id)
Lembaga Kursus dan Pelatihan di DIY masih sedikit yang telah terakreditasi
Harianjogja.com, JOGJA-- Kesadaran untuk melakukan akreditasi di kalangan pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) di DIY tergolong masih rendah. Musababnya, LKP harus merogoh kocek yang tidak sedikit tanpa ada bantuan dari pemerintah setiap akan melakukan proses akreditasi.
Ketua Himpunan Penyelenggara Pelatihan Kursus Indonesia (HIPKI) DIY Anung Marganto menjelaskan, dari 175 LKP di seluruh DIY belum ada 50% yang sudah terakreditasi. Dari 50% itu, hanya tiga LKP yang memperoleh predikat A, sisanya didominasi nilai C. Ia memastikan, LKP yang terakreditasi terutama nilai A memiliki mutu yang di atas rata-rata dalam memberikan layanan kepada masyarakat. Proses akreditasi itu dilakukan oleh Badan Akreditasi Provinsi seperti halnya bidang pendidikan masyarakat sejenis pusat kegiatan belajar masyarakat dan pendidikan anak usia dini.
"Kalau keluar seperti akreditasi A itu hampir sama dengan perguruan tinggi [kualitas setara D1], nilai A itu memang standarnya di atas rata-rata, di DIY baru tiga LKP," terang Anung Marganto pekan lalu.
Minat pengelola LKP untuk melakukan akreditasi tergolong rendah. Sebagai contoh, kata dia, pada tahun lalu kuota akreditasi diberikan sebanyak 40 LKP. Tetapi dalam praktiknya hanya 15 LKP yang mendaftarkan diri untuk diakreditasi. Faktor yang mempengaruhi pun sangat beragam. Antara lain, belum memiliki perangkat administrasi yang memadai sesuai ketentuan dalam borang akreditasi. Sehingga LKP kemungkinan memilih untuk belum berani mendaftarkan.
Selain itu, lanjut Anung, keterbatasan sumber daya manusia untuk mengurus akreditasi. Mengingat borang yang harus dilengkap jumlahnya banyak sehingga butuh SDM memadai. Padahal tidak ada dukungan anggaran khusus dalam proses akreditasi bagi LKP ini. Karena itulah, LKP memilih untuk tidak mendaftarkan diri dalam akreditasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kiper PSIM Jogja Cahya Supriadi resmi dipanggil memperkuat Timnas Indonesia di ASEAN Championship Hyundai Cup 2026 usai menerima surat dari PSSI.
BMKG memprakirakan cuaca DIY pada Selasa 28 Juli 2026 didominasi berawan dan cerah berawan. Suhu udara berkisar 19-31 derajat Celsius di lima kabupaten/kota.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya hari ini berdasarkan data resmi KAI Access.
Pemkab Kulonprogo menargetkan pengadaan tanah kas pengganti Kalurahan Palihan rampung Oktober 2026 setelah tim dibentuk dan audit selesai.
Hari Jadi ke-222 Klaten diperingati 28 Juli. Bupati terdahulu menyampaikan doa dan harapan agar Klaten semakin maju dan sejahtera.
Pemkab Gunungkidul menyusun Perbup Insentif dan Disinsentif Kendali Ruang untuk mendorong investasi berkelanjutan sekaligus menjaga lingkungan.