Warga Jogja Ditantang Berani Gundul
Pemkab Kulonprogo berencana menjalin kerja sama dengan situs belanja online untuk mempromosikan batik motif geblek renteng
Harianjogja.com, KULONPROGO- Pemkab Kulonprogo berencana menjalin kerja sama dengan situs belanja online untuk mempromosikan batik motif geblek renteng. Langkah itu diharapkan efektif memperluas jaringan pemasaran batik khas Kulonprogo itu.
Kepala Dinas Perdagangan Kulonprogo, Niken Probo Laras mengatakan, industri kerajinan batik mengalami perkembangan pesat sejak 2012 lalu.
Saat itu, pemerintah gencar mempopulerkan motif batik geblek renteng, termasuk menjadikannya sebagai seragam anak sekolah dan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Omset pengusaha batik pun meningkat sehingga berpengaruh positif terhadap kesejahteraan masyarakat. "Sekarang ada 32 pengusaha batik yang eksis. Jumlah perajinnya lebih banyak lagi," ujar Niken, Senin (2/10/2017).
Menurut Niken, batik geblek renteng sudah memantapkan posisinya sebagai salah satu ikon Kulonprogo. Batik geblek renteng tidak hanya dipakai anak sekolah atau pegawai pemerintah tetapi juga masyarakat umum.
Motif yang mengangkat makanan khas Kulonprogo tersebut pun disenangi warga luar daerah. Saat melihatnya, orang-orang sudah tahu kalau itu berasal dari Kulonprogo.
Meski begitu, Niken menyatakan pihaknya tidak akan mengendorkan semangat dalam mempromosikan batik geblek renteng. Para pengusaha batik tetap akan dilibatkan dalam berbagai pameran.
Promosi juga bakal mengoptimalkan kemajuan teknologi informasi. Selain memanfaatkan fasilitas media sosial, Pemkab Kulonprogo juga berencana menjalin kerja sama dengan salah satu situs belanja online.
Promosi dengan cara serupa dapat diterapkan untuk mempromosikan produk kerajinan lainnya di Kulonprogo. "Tahun ini e-commerce harus terlaksana karena itu bisa membuat apa saja menjadi dikenal masyarakat luas. Kita akan jalin kerja sama dengan situs jual beli online," kata Niken.
Niken menambahkan, beberapa waktu lalu Pemkab Kulonprogo juga kembali menyelenggarakan lomba desain motif batik geblek renteng. Kreasi yang tercipta diharapkan memperkaya motif batik geblek renteng sehingga mampu menjaring konsumen dari berbagai kalangan. "Kalau kreasi motifnya banyak, kita berharap pangsa pasarnya juga semakin luas," ucap Niken.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemenkes mencatat 1.443 kasus pemasungan penderita skizofrenia hingga triwulan I 2026 dan mendorong penguatan layanan jiwa
PLN UID Sumut memastikan pasokan listrik untuk 4,87 juta pelanggan kembali normal usai blackout di Sumatra Bagian Utara.
Nilai tukar rupiah menguat ke Rp17.696 per dolar AS seiring optimisme perdamaian AS-Iran dan turunnya harga minyak dunia.
BGN meluncurkan aplikasi Reviu Menu MBG untuk memantau kualitas Makan Bergizi Gratis melalui penilaian guru dan posyandu
Kemenhaj memastikan seluruh jemaah haji Indonesia telah tiba di Makkah dan siap diberangkatkan ke Arafah secara bertahap.