6 Manfaat Stroberi untuk Kesehatan, Kaya Antioksidan
Stroberi kaya vitamin C, serat, dan antioksidan. Simak 6 manfaatnya untuk imunitas, jantung, hingga mencegah penyakit kronis.
Seorang ibu muda menjajal ayunan duduk yang sudah diperbaiki oleh DLH Sleman, Senin (9/10/2017). (Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja)
Kerusakan alat-alat permainan di Lapangan Denggung kerap terjadi.
Harianjogja.com, SLEMAN-- Kerusakan alat-alat permainan di Taman Denggung sudah kesekian kalinya terjadi. Pemkab meminta agar pengunjung juga ikut memelihara fasilitas publik tersebut.
Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman Indra Darmawan mengatakan, pemeliharaan dan perbaikan sarana bermain di lokasi itu rutin dilakukan. Ia juga mengaku heran dengan kerusakan alat-alat permainan itu yang terus terjadi. "Padahal belum lama sudah dilakukan pemeliharaan," kata Indra Senin (9/10/2017).
Dia menjelaskan, pemeliharaan peralatan bermain untuk anak-anak itu sifatnya ringan. Seperti pengecetan atau perbaikan (pengelasan) alat-alat yang rusak. "Saat ini kami sudah lakukan perbaikan dan alat-alat yang rusak sudah bisa digunakan lagi," ujarnya.
Selain itu, DLH juga memasang plang-plang peringatan jika penggunaan fasilitas bermain itu disesuaikan dengan peruntukannya. Misalnya, untuk permainan ayunan atau jungkat-jungkit untuk anak-anak bukan usia dewasa. "Pelang-pelang pengingat sudah dipasang tapi tidak diindahkan. Kalau sampai patah jadi dua, itu cara pakainya gimana ya?," tanya Indra heran.
Dia berharap agar warga dan pengunjung ikut menjaga fasilitas permainan itu. Tidak hanya permainan, perawatan fasilitas di lokasi taman juga perlu saling dijaga. "Misalnya dengan cara memakai fasilitas sesuai fungsi dan peruntukannya," katanya.
Melihat seringnya fasilitas untuk publik itu mengalami kerusakan, Indra menilai kesadaran warga atau pengunjung untuk memelihara ruang publik masih belum maksimal. Padahal anggaran pemeliharaan taman tersebut juga menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). "Harus muncul kesadaran bagi semua pihak untuk menjaga dan memelihara fasilitas publik. Jangan dirusak," harapnya.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah peralatan bermain di Taman Dengung Sleman rusak. Kaki penyanggah ayunan duduk putus dan tidak memenuhi standar. Ayunan itu bahkan tidak berfungsi lagi kecuali untuk tempat duduk. Bahkan fasilitas jungkat-jungkit di taman itu patah jadi dua.
Selain itu, beberapa cat pada besi yang digunakan untuk permainan juga banyak yang mengelupas. Sebagian lainnya sudah berkarat.
Menurut Devina, warga Sinduadi, Mlati, peralatan bermain di taman itu sebenarnya dikhususkan untuk anak-anak. Meski begitu, tidak sedikit remaja dan orangtua yang juga menggunakannya. "Ayunan itu misalnya banyak juga dipakai orang dewasa. Mungkin kelebihan beban, kemudian rusak," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Stroberi kaya vitamin C, serat, dan antioksidan. Simak 6 manfaatnya untuk imunitas, jantung, hingga mencegah penyakit kronis.
Sekolah Rakyat Kulonprogo mulai beroperasi pada 31 Juli 2026 meski pembangunan fisik belum sepenuhnya rampung.
PBB mencatat tingkat kelaparan global menurun pada 2025, tetapi target Nol Kelaparan 2030 masih menghadapi berbagai tantangan.
Investasi di Gunungkidul pada semester pertama 2026 mencapai Rp487,66 miliar atau 56,8% dari target investasi tahun ini.
Anggaran perbaikan Jalan Kunduran-Blora direvisi dari Rp14 miliar menjadi Rp2 miliar. DED pekerjaan pun disesuaikan dengan alokasi terbaru.
Kolaborasi lintas negara tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata bersama masyarakat.