PSM vs PERSIB Malam Ini: Penentu Juara, Prediksi Skor, Susunan Pemain
PSM vs PERSIB jadi laga penentu juara. Simak prediksi skor, susunan pemain, dan kondisi terbaru kedua tim di sini.
Seorang ibu muda menjajal ayunan duduk yang sudah diperbaiki oleh DLH Sleman, Senin (9/10/2017). (Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja)
Kerusakan alat-alat permainan di Lapangan Denggung kerap terjadi.
Harianjogja.com, SLEMAN-- Kerusakan alat-alat permainan di Taman Denggung sudah kesekian kalinya terjadi. Pemkab meminta agar pengunjung juga ikut memelihara fasilitas publik tersebut.
Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman Indra Darmawan mengatakan, pemeliharaan dan perbaikan sarana bermain di lokasi itu rutin dilakukan. Ia juga mengaku heran dengan kerusakan alat-alat permainan itu yang terus terjadi. "Padahal belum lama sudah dilakukan pemeliharaan," kata Indra Senin (9/10/2017).
Dia menjelaskan, pemeliharaan peralatan bermain untuk anak-anak itu sifatnya ringan. Seperti pengecetan atau perbaikan (pengelasan) alat-alat yang rusak. "Saat ini kami sudah lakukan perbaikan dan alat-alat yang rusak sudah bisa digunakan lagi," ujarnya.
Selain itu, DLH juga memasang plang-plang peringatan jika penggunaan fasilitas bermain itu disesuaikan dengan peruntukannya. Misalnya, untuk permainan ayunan atau jungkat-jungkit untuk anak-anak bukan usia dewasa. "Pelang-pelang pengingat sudah dipasang tapi tidak diindahkan. Kalau sampai patah jadi dua, itu cara pakainya gimana ya?," tanya Indra heran.
Dia berharap agar warga dan pengunjung ikut menjaga fasilitas permainan itu. Tidak hanya permainan, perawatan fasilitas di lokasi taman juga perlu saling dijaga. "Misalnya dengan cara memakai fasilitas sesuai fungsi dan peruntukannya," katanya.
Melihat seringnya fasilitas untuk publik itu mengalami kerusakan, Indra menilai kesadaran warga atau pengunjung untuk memelihara ruang publik masih belum maksimal. Padahal anggaran pemeliharaan taman tersebut juga menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). "Harus muncul kesadaran bagi semua pihak untuk menjaga dan memelihara fasilitas publik. Jangan dirusak," harapnya.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah peralatan bermain di Taman Dengung Sleman rusak. Kaki penyanggah ayunan duduk putus dan tidak memenuhi standar. Ayunan itu bahkan tidak berfungsi lagi kecuali untuk tempat duduk. Bahkan fasilitas jungkat-jungkit di taman itu patah jadi dua.
Selain itu, beberapa cat pada besi yang digunakan untuk permainan juga banyak yang mengelupas. Sebagian lainnya sudah berkarat.
Menurut Devina, warga Sinduadi, Mlati, peralatan bermain di taman itu sebenarnya dikhususkan untuk anak-anak. Meski begitu, tidak sedikit remaja dan orangtua yang juga menggunakannya. "Ayunan itu misalnya banyak juga dipakai orang dewasa. Mungkin kelebihan beban, kemudian rusak," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSM vs PERSIB jadi laga penentu juara. Simak prediksi skor, susunan pemain, dan kondisi terbaru kedua tim di sini.
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.655 per dolar AS. BI siapkan intervensi agresif di pasar valas dan obligasi.
DPR mendesak Kemenlu bergerak cepat menyelamatkan WNI yang ditangkap Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla ke Gaza.
Menkomdigi Meutya Hafid mengecam Israel usai menahan jurnalis Indonesia dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Penembakan di Islamic Center San Diego menewaskan lima orang. KJRI San Francisco memastikan tidak ada WNI menjadi korban.