Ratusan Pemuda Kota Magelang Dibekali Jadi Penggerak Potensi Daerah
Sebanyak 197 pemuda dari 17 kelurahan di Kota Magelang dibekali menjadi Local Champion untuk mengembangkan wisata, budaya, dan ekonomi kreatif.
Kemacetan di Ringroad Utara. (Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja)
Proyek pembangunan Jogja Outer Ringroad (JORR) saat ini masuk dalam tahap penyusunan analisis dampak lingkungan
Harianjogja.com, SLEMAN- Proyek pembangunan Jogja Outer Ringroad (JORR) saat ini masuk dalam tahap penyusunan analisis dampak lingkungan (amdal).
Asisten Perencanaan Wilayah Satker PJN Binamarga Kementerian PUP Nandang Sungkono mengatakan, feasibility study atau studi kelayanan pembangunan JORR sudah selesai dilakukan. Saat ini, katanya, masuk dalam tahap penyusunan Amdal. "Proyek ini diharapkan bisa dilaksanakan berdasarkan tahapan FS," katanya kepada Harianjogja.com, Kamis (12/10/2017).
Penyusunan Amdal diharapkan dapat segera selesai agar setiap tahapan bisa dilakukan. Penyusunan Amdal proyek ini diharapkan selesai pada 2018 mendatang. Pasalnya berdasarkan tahapan FS, lanjut Nandang, pada tahun 2019 proyek ini akan masuk dalam tahapan penyusunan DED atau detail engineering design (proyek perencanaan fisik).
"Penyusunan DED sendiri akan dimulai dari wilayah Bantul dibandingkan Sleman dan Kulonprogo,"katanya.
Jika proses penyusunan DED tepat waktu, lanjutnya, maka pembebasan lahan akan dilakukan pada tahun 2020. Dengan begitu, diharapkan pelaksanaan proyek jalan tersebut dapat dimulai pada 2021 mendatang.
"Untuk masalah pembebasan lahan masih belum jelas, apakah dilakukan oleh provinsi atau pusat. Kalau semua berjalan sesuai FS, pembangunannya akan dilakukan 2021," terangnya.
Sesuai rencana awal, proyek JORR tersebut tetap melewati tiga wilayah. Proyek tersebut melintasi tiga kabupaten, Sleman, Kulonprogo dan Bantul. "Kalau dari hasil FS, jalan ini tetap melewati tiga kabupaten," katanya.
Berdasarkan data awal, untuk wilayah Sleman terdapat 10 kecamatan yang akan dilalui JORR. Mulai Prambanan, Berbah, Kalasan, Cangkringan, Pakem, Ngemplak, Turi, Tempel, Seyegan, dan Minggir.
Tiga kecamatan di Kulonprogo (Kalibawang, Nanggulan dan Sentolo) juga dilalui JORR itu. Sementara Bantul, kecamatan yang dilewati mulai Sedayu, Pandak, Pajangan, Bantul, Jetis, Imogiri, Pleret, Piyungan dan Dlingo. Mulai Sleman, Kulonprogo hingga Bantul.
Konsultan Proyek JORR tersebut, Sardjuni mengakui jika saat ini proyek tersebut masuk tahapan penyusunan Amdal. Hanya saja, untuk keterlibatan kontraktor lokal dalam proyek ini dia belum bisa memastikan. Sebab seluruhnya didasarkan pada aturan yang ada. "Itu bukan kewenangan kami. Sebab ini proyek pusat," katanya.
Dia menjelaskan, proyek tersebut akan dibangun mengitari jalan yang sudah ada. Total jalan yang akan digunakan sepanjang 72,2 km. Jadi jalan yang ada saat ini (exiting) akan diperlebar dari tujuh meter menjadi 14 meter. "Panjangnya tetap 72,2 km karena menggunakan jalan yang sudah ada. Kemudian diperlebar jalannya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 197 pemuda dari 17 kelurahan di Kota Magelang dibekali menjadi Local Champion untuk mengembangkan wisata, budaya, dan ekonomi kreatif.
Cek jadwal KSPN dari Malioboro ke Obelix Sea View dan Pantai Drini pada 29 Oktober 2026, lengkap dengan tarif dan jadwal pulang.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis, 29 Oktober 2026, tersedia 10 perjalanan dari pagi hingga malam untuk kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA 29 Oktober 2026 tersedia untuk layanan reguler dan Xpress. Cek jam keberangkatan Jogja–YIA dan sebaliknya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis, 29 Oktober 2026 tersedia dalam 12 perjalanan dari Palur. Simak jam keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis, 29 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan setiap stasiun dan tarif Rp8.000.