Ratusan Pemuda Kota Magelang Dibekali Jadi Penggerak Potensi Daerah
Sebanyak 197 pemuda dari 17 kelurahan di Kota Magelang dibekali menjadi Local Champion untuk mengembangkan wisata, budaya, dan ekonomi kreatif.
Tradisi saparan warga Gondolayu, Jogja dengan mengarak gunungan apem (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja)
Rangkaian upacara adat Ki Ageng Wonolelo digelar di Pondok Wonolelo Widodomartani Ngemplak sejak Jumat (13/10/2017) malam
Harianjogja.com, SLEMAN- Rangkaian upacara adat Ki Ageng Wonolelo digelar di Pondok Wonolelo Widodomartani Ngemplak sejak Jumat (13/10/2017) malam. Event ini diharapkan dapat berdampak positif baik secara sosial, budaya, dan ekonomi.
Ketua Panitia Saparan dan Kirab Pusaka Ki Ageng Wonolelo, Wartono mengatakan, upacara Saparan ini tidak hanya mendukung program wisata dan budaya tetapi juga untuk mengajak generasi muda menggali dan memahami nilai-nilai seni budaya yang adiluhung.
"Makanya selama even yang berlangsung hingga akhir bulan ini, kami memberikan wahana bagi pertumbuhan kesenian rakyat," katanya, Minggu (15/10/2017).
Ruang-ruang yang disediakan itu diharapkan dapat menumbuhkan rasa kecintaan (handarbeni) warga terhadap seni budaya bangsa sendiri. Itulah mengapa, even ini melibatkan semua unsur. Mulai anak-anak, remaja hingga dewasa. Berbagai potensi seni budaya dipentaskan. Di antaranya pentas seni anak-anak PAUD/ TK, hadroh dan qosidah, srunthul, jathilan, orkes melayu/ dangdut, badui, angklung, sholawatan, karawitan, kethoprak PS Bayu, dan sebagainya.
Gelaran akbar tersebut juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi warga sekitar. Dengan begitu kesejahteraan warga juga bisa meningkat selama kegiatan berlangsung. Apalagi, pada puncak kegiatan nanti digelar sebaran 1,5 ton apem yang direncanakan pada Jumat (27/10/2017) mendatang.
Saat itu, warga akan mengirab pusaka-pusaka Ki Ageng Wonolelo seperti kitab suci Alkuran, baju Onto Kusuma, tongkat dan kopiah hingga bongkahan mustoko masjid. Pusaka-pusaka itu diiringi dengan kirab gunungan, bregada Keprajuritan, tari dan fragmen serta penyebaran apem.
"Apem ini sebagai simbol sedekah yang nanti diperebutkan oleh pengunjung. Apem ini dianggap dapat mendatangkan keberkahan hidup," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 197 pemuda dari 17 kelurahan di Kota Magelang dibekali menjadi Local Champion untuk mengembangkan wisata, budaya, dan ekonomi kreatif.
Cek jadwal KSPN dari Malioboro ke Obelix Sea View dan Pantai Drini pada 29 Oktober 2026, lengkap dengan tarif dan jadwal pulang.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis, 29 Oktober 2026, tersedia 10 perjalanan dari pagi hingga malam untuk kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA 29 Oktober 2026 tersedia untuk layanan reguler dan Xpress. Cek jam keberangkatan Jogja–YIA dan sebaliknya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis, 29 Oktober 2026 tersedia dalam 12 perjalanan dari Palur. Simak jam keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis, 29 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan setiap stasiun dan tarif Rp8.000.