Jadwal SIM Keliling Kulonprogo 11 Juli 2026, Ini Lokasinya
Polres Kulonprogo kembali menghadirkan layanan SIM keliling pada Juli 2026 untuk memudahkan masyarakat memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).
Ilustrasi air PDAM (JIBI/Solopos/Dok.)
Pemerintah berikan harga murah untuk pemasangan jaringan PDAM bagi warga berpenghasilan rendah.
Harianjogja.com, SLEMAN- Untuk menunjang kebutuhan air bersih bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sleman memberi harga khusus.
Direktur PDAM Sleman Dwi Nurwata mengatakan,tarif khusus tersebut untuk membantu MBR mendapatkan akses air bersih. Bila untuk tarif reguler biaya pemasangan baru dikenai Rp1 juta, katanya, untuk MBR tarifnya hanya Rp300.000. Pihaknya menyediakan kuota sebanyak 1.500 sambungan baru bagi MBR di sejumlah wilayah. "Ini wujud kepedulian kami dan rangkaian kegiatan HUT PDAM Sleman," jelasnya kepada Harian Jogja, Selasa (17/10/2017).
Dwi mengatakan, warga kurang mampu yang ingin memiliki sambungan PDAM bisa mendaftar mulai November mendatang. Selain ke Kantor Unit, warga juga bisa mendaftar ke kantor pusat. "Syaratnya khusus warga yang memiliki daya listrik 900 WA ke bawah dan ada jaringan PDAM di sana," katanya.
Beberapa wilayah yang masuk dalam program tersebut terbagi dalam tiga lokasi. Untuk Sleman Barat terdiri dari Kecamatan Minggir, Godean, Moyudan dan Gamping. Untuk Sleman tengah, wilayah Kecamatan Sleman dan Mlati sementara Sleman timur untuk area Depok dan Kalasan.
Tahun ini debit produksi air PDAM bertambah 50 liter perdetik setelah SPAM Kartamantul diresmikan. Dengan penambahan tersebut total produksi mencapai 420 liter perdetik. "Kami akan terus mencari sumber-sumber air baru," ujarnya.
Dia menjelaskan, PDAM memiliki target sambungan dari 33.000 pelanggan saat ini menjadi 48.000 pelanggan pada 2021 mendatang. Perusahaan daerah ini juga dituntut terus mengembangkan cakupan layanan dari 23% menjadi 36%."Tahun depan, sebanyak 8.000 SR warga Sleman diharapkan bisa menjadi pelanggan kami," harapnya.
Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, program tersebut merupakan salah satu solusi bagi MBR yang masih kesulitan air bersih terutama saat musim kemarau. Seperti di sebagian wilayah Gamping dan Prambanan. Sri berharap, ke depan seluruh perumahan yang dibangun oleh pengembang wajib menggunakan air PDAM. Kebijakan tersebut dinilai penting agar kualitas air yang dikonsumsi masyarakat baik dan juga untuk melestarikan air tanah di wilayah Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Kulonprogo kembali menghadirkan layanan SIM keliling pada Juli 2026 untuk memudahkan masyarakat memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.