Hyundai Stargazer Siap Mengaspal di Jogja
Hyundai Stargazer resmi hadir di Jogja, setelah sebelumnya diluncurkan oleh PT Hyundai Motors Indonesia (HMID)
Pengunjung melihat-lihat koleksi buah langka di agroedukatif di Sundi Kidul, Argorejo, Sedayu, Bantul, Rabu (18/10/2017). (Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo)
Buah-buahan tersebut harus dijaga walaupun tidak dikonsumsi, tetapi untuk kepentingan edukasi
Harianjogja.com, BANTUL-Beberapa tanaman buah-buahan yang berasal dari berbagai daerah semakin jarang keberadaannya.
Pengelola Agroedukatif Tanaman Buah-Buahan Langka di Sundi Kidul, Argorejo, Sedayu Farida Setiana mengungkapkan, kelangkaan itu dipicu minat petani terhadap buah tertentu yang menurun. "Hal itu karena dinilai buah-buahan tersebut kurang menguntungkan," ujar dia, Rabu (18/10/2017).
Selain itu, penyebab kelangkaan buah-buahan tersebut karena pengelolaan yang kurang baik. "Masyarakat kurang baik pengelolaannya. Jika sumber daya alam itu dapat dikelola dengan baik dan benar akan menghasilkan. Apalagi buah-buah yang bernilai tinggi, jika dikelola dengan baik produktivitasnya akan baik dan menghasilkan [keuntungan]," kata dia.
Farida mengungkapkan, sebenarnya tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapatkan produktivitas tanaman itu. Tanaman tidak perlu terlalu tinggi besar untuk berbuah dan yang harus diperhatikan perawatannya.
"Penggunaan planter bag pengganti pot, akar akan terbatasi dan kerdil sehingga tidak terlalu besar tetapi tetap berbuah. Selain itu, memiliki keunggulan yaitu ketika memindah tanaman tidak rusak atau tanaman tidak stres," ujar Farida.
Dia menilai hal tersebut perlu diterapkan karena semakin menyempitnya tanah-tanah yang kalah dengan bangunan. Ia menilai kesadaran petani hanya di pangan. "Petani itu lebih suka menanam pangan dan hortikultura, kelompok serealia seperti padi, jagung. Kalau holtikultura ada sayuran, itu saja. Buah-buahan jarang, mungkin hanya di pekarangan," kata dia.
Ia mengungkapkan, beberapa tanaman buah-buahan yang sudah mulai langka di antaranya kecapi jumbo, namnam, jambu air sempur, duwet atau jamblang. Buah-buahan tersebut harus dijaga walaupun tidak dikonsumsi, tetapi untuk kepentingan edukasi.
Kepala Seksi Publikasi, Dokumentasi, dan Media Massa Bidang Humas Dinas Komunikasi dan Informatika DIY EC Sukarmi menilai kebun buah tersebut sangat bagus untuk dipromosikan. Kebun buah tersebut juga dinilai sangat bagus untuk pembelajaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hyundai Stargazer resmi hadir di Jogja, setelah sebelumnya diluncurkan oleh PT Hyundai Motors Indonesia (HMID)
Simak cara cetak STNK setelah bayar pajak online lewat SIGNAL. Praktis, tanpa antre, dan resmi berlaku 2026.
Nadiem Makarim tampil dengan gelang detektor saat sidang kasus korupsi Chromebook Rp2,18 triliun. Kini berstatus tahanan rumah.
Pemkab Magelang perkuat data kependudukan untuk tekan kemiskinan. Inovasi pelayanan cepat hingga 1 jam terus dikembangkan.
Pemda DIY buka peluang bantuan lampu Stadion Mandala Krida, namun masih menunggu persetujuan KPK sebelum realisasi.
Googlebook resmi diperkenalkan sebagai laptop AI Gemini generasi baru. Simak fitur, keunggulan, dan jadwal rilis 2026.