Pemalsu Jamu untuk Ayam Jago Ditangkap

Herlambang Jati Kusumo
Herlambang Jati Kusumo Kamis, 19 Oktober 2017 19:20 WIB
Pemalsu Jamu untuk Ayam Jago Ditangkap

HARIANJOGJA/GIGIH M. HANAFI AYAM PETELUR-- Seorang pekerja memberi makan pada ayam petelur di sentra peternakan ayam petelur, Desa Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Senin (27/2). Harga telur di tingkat peternak Rp 14.000 per kilogram, sedangkan di pasaran harganya sekitar Rp 16.000 per kilogram.

Pemalsu jamu ayam jago Mbah Joyo buatan asli Tamanan, Banguntapan, ditangkap di Surakarta

 
Harianjogja.com, BANTUL- Pemalsu jamu ayam jago Mbah Joyo buatan asli Tamanan, Banguntapan, ditangkap di Surakarta, Selasa (17/10/2017). Pemalsuan tersebut telah terjadi selama setahun yang lalu.

Menurut pemilik asli jamu ayam jago Mbah Joyo kerugian yang dialami mencapai 60%. "Kerugian cukup banyak hingga beberapa pekerja terpaksa berhenti karena omzet menurun," ujar Sutrajaya, pemilik jamu ayam jago.

Jamu yang telah ia rintis dari 2012 dan telah memiliki hak paten di tahun 2014 itu dipalsu dengan kemiripan kemasan. "Perbedaannya di yang palsu ada tambahan nama Soewiryo, dan Mbah Wiryo," ujarnya.

Selain itu bahan dasar pembuatan jamu yang asli dan palsu beda menurut Sutrajaya. "Kalau yang buatan saya pakai ramuan tradisional, dan import dari Tiongkok dan Korea," katanya.

Efek dari jamu yang palsu itu sendiri dapat menyebabkan tembolok turun, kulit ayam jadi merah tidak sehat, hingga ayam mati. Menurut salah satu agen ayam jago, Nurul Imam dirinya mendapat info dari pembelinya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online