Hyundai Stargazer Siap Mengaspal di Jogja
Hyundai Stargazer resmi hadir di Jogja, setelah sebelumnya diluncurkan oleh PT Hyundai Motors Indonesia (HMID)
Anak-anak di Sekolah Tumbuh Panggungharjo, Sewon tampak antusias mengikuti pelatihan pembuatan kemasan ramah lingkungan, Senin (23/10/2017). (IST/ Dok Panitia)
"Kemasan ramah lingkungan itu sendiri bisa berupa daun pisang, janur, rotan"
Harianjogja.com, BANTUL-Slow food Yogyakarta dan Sekolah Tumbuh perkenalkan kemasan makanan ramah lingkungan pada anak-anak di Sekolah Tumbuh Panggungharjo, Sewon, Senin (23/10/2017).
Koordinator Slow Food Yogyakarta Amaliah mengatakan, kegiatan ini juga sebagai peringatan hari pangan dunia. "Kami ingin mengajarkan pada anak pada kemasan yang rawah lingkungan yang diwariskan nenek moyang," kata dia, Senin (23/10/2017).
Nantinya, diharapkan anak-anak tersebut juga mengenalkan kemasan ramah lingkungan itu pada keluarganya dan teman-teman lainnya. "Kemasan ramah lingkungan itu sendiri bisa berupa daun pisang, janur, rotan," kata Amaliah.
Kegiatan membuat kemasan ramah lingkungan dari daun pisang dan janur ini juga ditujukan mengurangi penggunaan plastik. Adapun peserta yang mengikuti sebanyak 100 anak. Salah satu peserta Ica Sahwahita yang mengaku agak kesulitan untuk membuat kemasan dari daun pisang itu walaupun sering melihatnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hyundai Stargazer resmi hadir di Jogja, setelah sebelumnya diluncurkan oleh PT Hyundai Motors Indonesia (HMID)
Harga tiket Piala Dunia 2026 melonjak hingga Rp52 juta akibat sistem adaptive pricing FIFA. Federasi kecil paling terdampak.
Apple resmi menghadirkan iPhone 17e di Indonesia dengan MagSafe, chip A19, dan Action Button. Harga mulai Rp13,4 juta.
Netflix digugat Texas karena dituding membuat fitur adiktif untuk anak dan mengumpulkan data pengguna tanpa izin yang jelas.
Persis Solo berada di ujung degradasi BRI Super League 2025/2026. Dua laga terakhir menjadi penentu nasib Laskar Sambernyawa.
Penelitian AAA mengungkap cuaca panas dan dingin ekstrem dapat memangkas jarak tempuh mobil listrik dan hybrid.