Klaim BPJS Ketenagakerjaan Tembus Rp242 Miliar
Ilustrasi ponsel (Socialtikmag)
SMA Negeri 2 Wates menyediakan fasilitas wifi atau jaringan internet gratis yang bisa diakses secara bebas oleh para peserta didik
Harianjogja.com, KULONPROGO-SMA Negeri 2 Wates menyediakan fasilitas wifi atau jaringan internet gratis yang bisa diakses secara bebas oleh para peserta didik. Fasilitas itu kemudian kerap dimanfaatkan para guru untuk mendukung proses pembelajaran.
Guru Bahasa Jerman SMA Negeri 2 Wates, Florentina Nurwati mengaku cukup sering meminta peserta didik mencari materi pelajaran via internet. “Di sekolah sudah ada wifi. Itu salah satu fungsinya memang untuk membantu anak-anak belajar,” kata Floren, Selasa (24/10/2017).
Floren mengatakan, hampir semua peserta didik memiliki berbagai gawai canggih yang mereka bawa saat sekolah. Dia juga memahami jika anak didiknya lebih menyukai hal-hal yang serba praktis seperti mencari referensi materi pelajaran di internet ketimbang membuka buku tebal. Itulah mengapa dirinya juga berusaha mengikuti perkembangan zaman saat kegiatan belajar mengajar.
Floren bahkan mengizinkan anak-anak menggunakan ponsel saat jam pelajaran. Namun, gawai itu harus dipakai untuk mencari materi pelajaran.
“Misalnya saat ada materi yang berkaitan dengan pariwisata di kelas XII, anak-anak saya minta cari di internet. Kalau yang kelas XI misalnya saya minta mencari gambaran tentang keluarga di Jerman seperti apa. Jadi bisa kita bandingkan dengan keluarga di Indonesia, misalnya dari sisi kebudayaan,” ujar dia.
Mata pelajaran yang diampu Floren juga memanfaatkan fasilitas internet di sekolah untuk membuka laman atau aplikasi kamus bahasa Indonesia-Jerman berbasis daring. “Dari pada harus ambil kamus di ruang atas, cari lewat handphone saja,” ungkap Floren.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Simak jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 lengkap dengan niat, tata cara, dan keutamaannya menjelang Iduladha.
PLN pastikan listrik Sumatra pulih bertahap usai gangguan transmisi, 176 gardu induk kembali normal.
Selat Solo jadi alternatif olahan daging kurban yang unik. Perpaduan Jawa-Belanda, lezat, dan makin populer saat Idul Adha.
Kelangkaan solar subsidi di luar Jawa picu antrean panjang dan lonjakan biaya logistik jelang Iduladha 2026.
Masjid Sheikh Zayed Solo gelar Iduladha 2026 dengan 50 sapi kurban dan Festival Bulan Haji. Ada pasar gratis hingga nikah massal.