Warga Jogja Ditantang Berani Gundul
Peleton Inti (Tonti) Putri SMP Negeri 1 Kokap meraih juara pertama dalam Lomba Formasi Bebas (LFB) yang digelar Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIY di Alun-alun Wates, Kulonprogo, pada 29 Oktober 2017. (Foto Istimewa/Dok.SMP Negeri 1 Kokap)
Peleton Inti (Tonti) SMP Negeri 1 Kokap meraih juara pertama dalam Lomba Formasi Bebas (LFB)
Harianjogja.com, KULONPROGO-Peleton Inti (Tonti) SMP Negeri 1 Kokap meraih juara pertama dalam Lomba Formasi Bebas (LFB) yang digelar Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIY di Alun-alun Wates, akhir Oktober lalu.
Mereka berhasil mengalahkan peserta lain yang berasal dari seluruh SMP dan SMA/SMK di Kulonprogo.
Komandan Peleton Inti Putri SMP Negeri 1 Kokap, Maria Regina Krisma Gabriella mengaku grogi saat mengetahui jika lawannya kali ini bukan hanya sesama pelajar SMP tetapi SMA/SMK juga.
Meski begitu, dia akhirnya berhasil mengumpulkan rasa percaya diri dan berusaha menampilkan kemampuan terbaik. “Ternyata kita yang juara. Rasanya jelas senang dan bangga,” kata dia kepada Harianjogja.com, Senin (6/11/2017).
Prestasi yang diraih dalam LFB 2017 rupanya bukan yang pertama kali bagi SMP Negeri 1 Kokap. Setelah didirikan pada 2005 lalu, mereka telah mengumpulkan puluhan piala penghargaan.
Tonti sekolah ini tercatat sudah 11 kali memperoleh gelar juara umum dalam Lomba Baris Berbaris (LBB) yang diselenggarakan Pemkab Kulonprogo, yaitu sejak 2006 hingga 2017. Mereka juga pernah menjadi juara umum enam kali berturut-turut dalam LBB tingkat DIY tahun 2007-2012.
“LFB kemarin juga sangat membanggakan. Kita mendapatkan juara pertama, padahal itu diikuti jenjang SMP, SMA, dan SMK,” ujar Pelatih Tonti SMP Negeri 1 Kokap, Wagiyo.
Wagiyo memaparkan, persiapan LFB 2017 dilakukan dengan latihan intensif selama sepekan penuh. Mereka menyiapkan formasi berbaris yang disesuaikan dengan tema lomba, yaitu layanan publik.
Selain bermain kreativitas, dia juga memastikan setiap formasi yang ditampilkan memenuhi semua indikator dan kriteria penilaian dari pihak panitia. “Misalnya waktu yang disediakan itu 5-10 menit, kami berusaha bisa setidaknya tujuh menit,” ungkap dia.
Wagiyo berkomitmen terus mendampingi Tonti SMP Negeri 1 Kokap meraih prestasi lainnya di masa mendatang. Meski begitu, dia berpendapat tonti bukan hanya soal belajar berbaris. Kegiatan itu dianggap sebagai salah satu implementasi pendidikan karakter yang saat ini tengah digalakkan Pemkab Kulonprogo melalui Perda No.18/2015.
“Ada banyak nilai karakter yang bisa ditanamkan, seperti kepatuhan, kedisiplinan, kebersamaan, dan bahkan kedewasaan saat mereka ikut melatih adik-adiknya,” kata Wagiyo.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Kokap, Hardana juga menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang diraih anak didiknya dalam LFB 2017. “Semangat anak-anak memang luar biasa. Pada dasarnya sekolah tidak hanya memperhatikan aspek kognitif atau akademis. Kalau ada yang ingin maju dan berprestasi di bidang nonakademis seperti ini, kami juga dorong,” ucap Hardana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Presiden Prabowo Subianto menghadiri panen raya udang di Kebumen. Proyek budidaya udang ini disebut menyerap 650 tenaga kerja.
Pencerita kuliner Ade Putri Paramadita merekomendasikan Selat Solo sebagai inspirasi olahan daging Iduladha dengan cita rasa akulturasi Jawa dan Belanda
Balai Besar TNBTS menutup seluruh wisata Gunung Bromo pada 30 Mei hingga 2 Juni 2026 selama pelaksanaan ritual Yadnya Kasada.
Pertamina Hulu Energi memperkuat ketahanan energi nasional lewat strategi dual growth dengan pengembangan migas dan bisnis rendah karbon.
Donald Trump menyebut kesepakatan damai Amerika Serikat dan Iran hampir selesai, termasuk pembukaan Selat Hormuz dan pencabutan sanksi.