Daftar Sekolah Kedinasan 2026 Segera Dibuka, Cek Gaji dan Tunjangannya
BKN memastikan seleksi sekolah kedinasan 2026 segera dibuka. Lulusan berpeluang langsung menjadi CPNS dengan gaji pokok hingga Rp4,5 juta dan tunjangan kinerja
Pebasket Satya Wacana Salatiga Rionny Rahangmetan (kanan) berebut bola dengan pebasket Pacific Caesar Surabaya David Seagers (kiri), pada pertandingan basket Indonesian Basketball League (IBL) Seri III di GOR Sahabat Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (11/2). Pacific Caesar Surabaya mengalahkan Satya Wacana Salatiga dengan skor 96-88. ANTARA FOTO/R Rekotomo/ama/17.
Bima Perkasa Jogja kalah di sejumlah pertandingan.
Harianjogja.com, JOGJA-- Hasil minor kembali diraih oleh wakil DIY di ajang turnamen bola basket Perbasi Cup 2017, Bima Perkasa (BP) Jogja, di Britama Arena, Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (9/11/2017) siang.
Tim yang bermarkas di GOR Klebengan, Sleman ini harus mengakui keunggulan Satya Wacana Salatiga setelah ditekuk 63-47.
Atas kekalahan ini, maka BP Jogja mencatatkan rekor dengan belum pernah meraih kemenangan dan gagal melaju ke babak semifinal. Sebelumnya BP Jogja sempat menelan kekalahan dari Hangtuah 56-70, dan ditekuk Stapac Jakarta dengan 54-87.
Bermain di Britama Arena untuk perebutan posisi kesembilan, BP Jogja mengawali game dengan hasil kurang baik. Hingga timeout pertama kuarter pertama (6 menit awal) BP Jogja masih belum mampu mencetak angka, padahal, SW Salatiga telah mengumpulkan 8 poin. Usaha anak asuh Raul Miguel untuk mengejar ketertinggalan pada sisa kuarter pun masih jauh dari harapan, sebelum akhirnya SW menutup kuarter pertama dengan 21-12.
Memasuki kuarter kedua, BP Jogja terus mencoba mengejar ketertinggalan poin. Namun, usaha dari Yanuar Dwi P dan kawan-kawan belum menunjukkan hasil. Sempat tertinggal 19-23 pada timeout kuarter kedua, BP Jogja akhirnya kembali tertinggal 35-25 di akhir kuarter kedua. Kuarter ketiga dan keempat sepenuhnya menjadi milik SW Salatiga setelah unggul 48-32 dan mengakhiri game dengan 63-47.
Pelatih BP Jogja Raul Miguel “Ebos” Hadinoto mengungkapkan, kegagalan timnya dengan tidak meraih satu pun kemenangan pada Piala Perbasi kali ini disebabkan banyak hal. Selain komunikasi yang kurang, pertahanan dari BP Jogja juga menjadi sorotan utamanya.
“Jadi masih banyak pembenahan yang harus saya lakukan. Yang jelas pembenahan total harus kami lakukan jika tidak ingin meraih hasil minor di IBL nantinya,” kata Ebos kepada Harianjogja.com seusai pertandingan.
Ebos mengungkapkan, pihaknya masih memiliki sisa waktu sebulan sebelum melakoni Seri I IBL di GOR Sahabat, Semarang. Sisa waktu tersebut rencananya akan dimanfaatkan untuk terus menyempurnakan strategi.
“Mungkin nanti akan ada tryout. Akan tetapi kami sesuaikan. Besok (hari ini) kami akan bertolak ke Jogja dan langsung menggelar evaluasi serta pembenahan,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BKN memastikan seleksi sekolah kedinasan 2026 segera dibuka. Lulusan berpeluang langsung menjadi CPNS dengan gaji pokok hingga Rp4,5 juta dan tunjangan kinerja
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 31 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dengan layanan dari Yogyakarta hingga Palur.
Pemkab Kulon Progo dan BBWS Serayu Opak mengeruk Sungai Serang untuk mitigasi banjir sekaligus memanfaatkan sedimen bagi infrastruktur Porda DIY 2027.
DPC PDIP Sleman menggelar sarasehan dan nobar film Kudatuli di Minggir sebagai pendidikan politik serta penguatan soliditas kader menuju Pemilu 2029.
PSS Sleman memastikan seluruh pemain lokal anyar telah tiba di Sleman dan menjalani MCU. Persiapan tim terus dimatangkan untuk musim kompetisi 2026.
Citilink mengoperasikan 43 pesawat hingga Juni 2026. Dukungan Danantara mendorong transformasi Garuda Indonesia Group dan ekspansi rute.