Abu Vulkanik Gunung Merapi Menyebar Sampai ke Wonosobo
Letusan Gunung Merapi pada Sabtu (11/3/2023) menyebabkan sejumlah wilayah terkena hujan abu vulkanik.
Ilustrasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). (JIBI/Solopos/Antara)
Pemerintah wacanakan penerapan soal esai dalam ujian nasional (UN).
Harianjogja.com, JOGJA-- Pemerintah berencana menambah variasi soal dalam Ujian Nasional (UN) 2018 mendatang, salah satunya menambah jenis soal esai. Meski belum ada keputusan penggunaan jenis soal tersebut, Disdikpora DIY menyambut baik rencana tersebut dan sekolah sudah mempersiapkannya.
Namun masalahnya, soal esai dalam proses koreksi hasilnya sangat dipengaruhi subjektivitas guru.Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji mengakui adanya rencana pemerintah terkait penambahan variasi soal dalam UN 2018 meski belum ada keputusan resmi. Jika sebelumnya hanya mengedepankan soal pilihan ganda, maka UN 2018 diwacanakan ada beberapa jenis soal seperti esai, mengisi titik-titik dan pilihan benar atau salah. "Tetapi sampai hari itu juga belum dipastikan, diputuskan [oleh pusat]," terang Aji kepada Harianjogja.com, Senin (13/11/2017).
Belum adanya kepastian itu, lanjut dia, karena masih ada kesulitan teknis dari sisi koreksi. Mengingat subjektivitas koreksi sangat tinggi, lantaran harus dibaca oleh guru atau korektor. Sementara antara guru satu dengan lain yang sama-sama mengoreksi berbeda. Sehingga ada peluang ketidakpuasan antara kelompok satu dengan lainnya terkait hasil UN.
Meski belum ada kepastian, namun sekolah diimbau untuk mempersiapkan. Sekolah didorong dapat melakukan uji coba penggunaan soal jenis itu dalam berbagai evaluasi pelajaran. Terutama. Jika menggunakan basis komputer dalam pelaksanaan UN. Meski menggunakan komputer, soal esai dan jenis lainnya sudah ada, sehingga siswa tinggal menuliskannya melalui layar komputer dalam proses penjawaban. Kemudian guru yang mengoreksi akan melakukan dari komputer pula. Namun, karena bersifat nasional, maka secara teknis ada kendala jika ada soal esai terutama dalam proses koreksi. "Apa kita yakin, guru yang diserahi mengoreksi esai itu antara satu dengan lainnya memiliki pandangan yang sama, sebetulnya agak sulit," kata dia.
Terkait wacana perubahan soal UN, Kepala SMK N 5 Jogja Wiwik Indriyani mengatakan, soal esai selama ini sudah menjadi kultur sekolah dalam melaksanakan ujian tengah semester maupun ulangan harian. Sehingga ia tidak mempersoalkan jika ada soal jenis tersebut. Apalagi, saat ini UN bukan satu-satunya penentu kelulusan. "Soal esai sudah jadi kultur penilaian. Permasalahannya jika memakai essay nanti pedoman skornya nilai harus jelas dan soal harus diverifikasi dan divalidasi dengan baik," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Letusan Gunung Merapi pada Sabtu (11/3/2023) menyebabkan sejumlah wilayah terkena hujan abu vulkanik.
Donald Trump memperingatkan Oman terkait Selat Hormuz. AS tegaskan jalur pelayaran vital itu tidak boleh dikuasai pihak mana pun.
Dishub Sukoharjo pasang barikade di tikungan tajam jalur Sukoharjo-Klaten untuk tekan kecelakaan. Ini kondisi terbaru di lapangan.
Meta meluncurkan paket langganan Instagram (IG), Facebook (FB), dan WhatsApp (WA) dengan fitur premium serta uji coba layanan AI berbayar.
Pria mengaku ketua RT di Bantul tipu kelompok tani dan bawa kabur pompa air. Pelaku ditangkap setelah jejaknya terekam CCTV.
Isoflavon kedelai terbukti membantu meredakan gejala menopause. Simak manfaat, dosis, dan cara konsumsinya menurut ahli.