Kehancuran Ekologi RI di Balik Transisi Energi Disuarakan di COP30
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
BPBD Sleman melakukan penanganan di sejumlah titik pohon tumbang di Sleman, Sabtu (11/10/2017). (Foto istimewa/Dokumen)
Pohon tumbang di sleman menyebabkan kerusakan sejumlah jaringan listrik.
Harianjogja.com, SLEMAN-- Perusahaan Listrik Negara (PLN) dibikin pusing lantaran banyaknya jaringan listrik yang rusak terkena pohon tumbang akibat cuaca ekstrem. Kejadian ini menyebabkan pemadaman listrik ke rumah-rumah warga.
Spv Teknik PLN Sleman Aldi Fauzi mengatakan, selama November ini sebanyak lima tiang rusak, 43 spen (tarikan tiang antar tiang) jaringan PLN putus. Kondisi tersebut menyebabkan hampir 250-an unit sambungan rumah tidak teraliri listrik. "Jumlah pelanggan yang terdampak padam kurang lebih 1.500 pelanggan. Kami menerima lebih dari 500 aduan pelanggan terkait gangguan ini," jelasnya kepada Harianjogja.com Senin (13/11/2017).
Kondisi tersebut terjadi lantaran banyaknya pohon perindang yang tidak dirawat berdiri di dekat jaringan listrik PLN. Saat pepohonan tersebut tidak kuat menahan angin, tumbang menimpa jaringan listrik. Di Candibinangun Pakem misalnya, kata Aldi, tiang listrik patah akibat kerobohan pohon, akhir pekan lalu. Pihaknya mencatat, kerusakan jaringan akibat putusnya alirab listrik akibat kerobohan pohon terjadi di beberapa lokasi.
Seperti di Dusun Karanggawang, Cemoro, Triharjo, Trimulyo, Pendowoharjo (Sleman), Donokerto (Turi), Sumberejo, Tambakrejo, Banyurejo, Sendangrejo (Tempel), Sendangagung, Sendangsari (Minggir), Margokaton (Seyegan), Hargobinagun, Harjobinangun, Pakembinangun, Candibangun, Purwobinangun (Pakem).
Menurutnya, tidak ada aturan khusus yang menatur masalah jarak aman pohon dengan tiang listrik. Hanya saja, berdasarkan SK Dir PLN No. 606.K/DIR/2010 tentang standar Konstruksi Jaringan Tegangan Menengah jarak (Right of Way), jarak antara bagian aktif yang bertegangan terhadap benda-benda di sekelilingnya baik secara mekanis atau elektromagnetis (tidak memberikan pengaruh yang membahayakan) minumum 2,5 meter. "Itu diartikan bahwa kondisi benda dalam keadaan statis," katanya.
Berbeda halnya dengan pohon tumbang karena ia bergerak tanpa kontrol. Dalam konteks ini, kata Aldi, tidak ada aturan secara rinci namun idealnya sejauh mungkin pepohonan berdiri sajauh mungkin dari tiang listrik. "Lebih dari jarak potensi tinggi pohon itu bisa merobohi jaringan PLN," katanya.
Dia mengatakan, rabasan dan pemotongan selama ini tetap dilakukan secara pararel. Rabasan adalah bagi pohon yang tumbuhnya sudah lebih jauh, jenis pohon yang lebih kecil dan potensi robohnya kecil. "Adapun untuk pohon yang jarak dengan jaringanya kurang dari 2,5 meter dan jenis pohon yang besar atau tinggi serta berpotensi roboh, biasanya dilakukan pemotongan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
Trump menolak Rusia dan China kelola uranium Iran. Ketegangan nuklir memanas di tengah negosiasi AS-Iran yang belum menemui titik temu.
Daftar event Jogja 29–31 Mei 2026, mulai konser musik, pameran seni, hingga event lari dan budaya. Cek jadwal lengkapnya di sini.
Sinopsis Badut Gendong, film horor terbaru semesta Qodrat. Kisah tragis berubah jadi teror. Tayang di bioskop mulai 27 Mei 2026.
Jadwal lengkap 7 laga Piala Dunia 2026 di Stadion Houston. Dari fase grup hingga 16 besar, simak detailnya di sini.
Sulit rutin olahraga? Ahli ungkap kunci utamanya bukan disiplin, tapi fleksibilitas. Simak tips mudah agar tetap konsisten.