Kehancuran Ekologi RI di Balik Transisi Energi Disuarakan di COP30
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
Volkswagen yang dijadikan lucky draw saat dirilis ke media di Hotel Innside Melia, Depok, Sleman, Senin (13/11/2017). (Gigih M. Hanafi/JIBI/Harian Jogja)
Jogja Volkswagen Festival ingin angkat pariwisata Jogja.
Harianjogja.com, JOGJA-- Komunitas Volkswagen Club Yogyakarta (VSCY) kembali menggelar festival Mobil Volkswagen (VW) di Jogja dengan tajuk Jogja Volkswagen Festival (JVWF) 2017. Para pecinta mobil unik ini dapat melihat beragam mobil VW dengan menyambangi Jogja Expo Center mulai 17-19 November.
Hari pertama, acara dimulai pukul 15.00-22.00 WIB, hari berikutnya pukul 10.00-22.00 WIB, dan hari terakhir pukul 09.00-16.00 WIB.
Ketua Komunitas VSCY, Sumartoyo menuturkan, acara yang diusung komunitasnya memiliki keunikan dalam memberikan warna dan kreativitas pada dunia otomotif, dengan ikut mengenalkan pariwisata di Jogja.
“Tujuan acara ini agar komunitas tidak hanya bergelut di dunia otomotif tetapi ikut mengangkat pariwisata di Jogja”, kata Sumartoyo, Selasa (14/11/2017).
Pihaknya menambahkan, acara ini akan dihadiri penggemar VW di lebih dari 10 negara, seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Singapura, Filipina, Timor Leste, Australia, Belanda, Jepang, Belgia, Amerika, Inggris.
“Lebih dari 600 orang asing hadir dalam acara ini. Tapi tidak menutup pada penggemar VW saja, melainkan juga terbuka untuk masyarakat umum. Kami targetkan ada 20-25 ribu pengunjung selama tiga hari”, jelas dia ditemuai di JEC Selasa petang.
Kedatangan penggemar VW dari luar negeri ini mereka manfaatkan untuk mempromosikan wisata DIY kepada wisatawan mancanegara. Ini sesuai dengan tema yang diangkat pada tahun ini yaitu From Jogja to The World.
Dalam dunia pariwisata, para wisatawan ini tidak hanya datang sehari saja. Melainkan akan menetap dalam jangka waktu yang lama sekitar empat sampai lima hari. Mereka akan datang dengan mengajak keluarga. Sehingga mereka tidak hanya datang untuk melihat pameran, tapi juga berwisata. Pihaknya melalui acara ini menggandeng biro-biro perjalanan untuk menawarkan paket wisata di Bantul. Misalnya hutan pinus, Pantai Parangtritis, dan laguna baru di Pantai Depok.
Acara ini mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Dinas Pariwisata DIY karena dapat mendatangkan wisatawan-wisatawan mancanegara. Selain itu, menurutnya mobil VW masih eyecathing (menarik perhatian) bagi masyarakat Jogja. Mobil VW tidak kalah kece dengan mobil lain.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
Konsumsi suplemen berlebihan seperti vitamin C dan D bisa membahayakan ginjal. Simak penjelasan ahli dan batas aman konsumsi.
Operasi Patuh 2026 digelar 8-21 Juni dengan fokus ETLE. Pelanggaran pelat nomor dan lalu lintas jadi sasaran utama.
Garebeg Besar Jogja 2026 digelar sederhana di Keraton. Sebanyak 4.000 ubarampe dibagikan kepada abdi dalem.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini turun di semua ukuran. Simak daftar harga terbaru 28 Mei 2026.
Kebakaran gereja di Mimika Papua Tengah diduga akibat lilin tak dipadamkan. Bangunan ludes, kerugian capai ratusan juta.