Klaim BPJS Ketenagakerjaan Tembus Rp242 Miliar
Berbagai produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal Kulonprogo tampak ikut dipasarkan melalui Toko Milik Rakyat (Tomira) di wilayah Sentolo, Kulonprogo. Foto diambil pada 12 Juni 2017 lalu. (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja)
Pelaku UMKM didorong lebih responsif.
Harianjogja.com, KULONPROGO-- Para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) diharapkan lebih responsif terhadap hadirnya New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Temon, Kulonprogo. Keberadaan bandara baru diproyeksikan menambah peluang bisnis yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Wates, Herlin Sulismiyarti di sela penyelenggaraan Workshop Kewirausahaan "Ready To Be EnTOURpreneur, UMKM Kulonprogo Siap Menyongsong NYIA” di Gedung Kaca, Wates, Kulonprogo, Kamis (16/11/2017). “Kegiatan ini dihadiri 110 UMKM di wilayah Kulonprogo,” kata Herlin.
Herlin berpendapat, NYIA yang ditargetkan beroperasi mulai 2019 akan membuka peluang bisnis yang besar bagi masyarakat Kulonprogo. Peluang itu terutama terdapat pada sektor pariwisata dan bisnis terkait lain, seperti perhotelan, pertokoan, rumah makan, katering, industri makanan dan kerajinan, hingga jasa transportasi dan kebersihan. Dia berharap masyarakat bisa membaca peluang tersebut untuk menggerakkan roda perekonomian daerah.
KPP Pratama Wates kemudian berusaha memberikan wawasan kepada wajib pajak dari kalangan pelaku UMKM untuk mengembangkan bisnisnya melalui program Business Development Service (BDS). Program itu salah satunya dikemas dalam bentuk workshop dengan menggandeng Perkumpulan Perempuan Wirausaha Indonesia (Perwira) dan pihak perbankan. Materi yang diberikan adalah seputar peningkatan nilai tambah produk dan akses permodalan.
Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Setda Kulonprogo. Djoko Kushermanto mengatakan, kemampuan manajerial pelaku UMKM lokal sudah relatif baik. Mereka menyadari pentingnya selalu mengutamakan kualitas produk dan beorientasi pasar. Meski begitu, pemerintah akan terus memberikan pendampingan agar pelaku UMKM lokal tidak tenggelam dalam arus persaingan produk luar daerah. “Pemerintah berupaya mengembangkan dan mendayagunakan produk lokal dan memacu pergerakan ekonomi daerah sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat,” ucap Djoko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gelombang gugur massal landa wakil Indonesia di 16 besar Malaysia Masters 2026. Jonatan Christie (jojo) jadi satu-satunya harapan tersisa di perempat final.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa konfirmasi batal berangkat haji 2026 bersama keluarga. Tegaskan bukan karena perintah Presiden Prabowo.
Duta Besar Belanda Marc Gerritsen sangat terkesan dengan pengalaman bersepeda menyusuri pedesaan di sekitar Candi Prambanan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Timnas Kongo batalkan TC di Kinshasa jelang Piala Dunia 2026 akibat wabah virus Ebola jenis Bundibugyo. Skuad Desabre langsung dialihkan ke Eropa.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)