Bahaya Paylater Mengintai Mahasiswa, Pakar Ingatkan Risiko
Dosen UMY mengingatkan mahasiswa soal bahaya paylater yang memicu perilaku konsumtif, utang, hingga stres finansial menurut Islam.
Pengunjung menyaksikan stan pameran hasil karya seni budaya dalam PSBDK ke-15, Rabu (15/11/2017). (Sunartono/JIBI/Harian Jogja)
Mahasiswa Kalimantan gelar Pesta Seni Budaya Dayak se-Kalimantan (PSBDK).
Harianjogja.com, SLEMAN-- Himpunan Pelajar Mahasiswa Dayak Kapuas Hulu (HPMDKH) Kalimantan Barat menggelar Pesta Seni Budaya Dayak se-Kalimantan (PSBDK) ke-15 di area gedung dan halaman Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjosoemantri (PKKH) UGM dari Rabu (15/11/2017) hingga Jumat (17/11/2017). Kegiatan itu digelar untuk melestarikan budaya dayak yang berpotensi ditinggalkan oleh kaum muda karena perkembangan arus teknologi informasi.
Sejumlah rangkaian acara yang digelar antara lain berbagai perlombaan dan atraksi seni budaya. Kemudian ada puluhan stan perwakilan dari setiap kabupaten di Kalimantan yang menampilkan berbagai seni budaya dan peralatan tradisional.
Ketua Panitia PSBDK ke-15 Alexander Ongki Anas Pralindo menilai, budaya manapun akan dapat tergerus oleh arus teknologi informasi jika tidak ada upaya pelestarian. Tak terkecuali budaya dayak, kata dia, perlu untuk terus dilestarikan terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa. Dalam kegiatan itu, tidak hanya memperkenalkan budaya dayak Kalimantan Barat, namun Kalimantan pada umumnya, dengan tema Harmonisasi Budaya Dayak Melalui Kolektifitas Kearifan Lokal.
"Minat menyelami budaya ini mungkin kalah dengan gadget, teknologi informasi. Paling tidak anak muda harus tahu asal dari mana budaya di daerah asal itu seperti apa," terangnya, Kamis (16/11/2017).
Oleh karena itu, meski PSBDK merupakan kegiatan rutin, maka konten harus dipertajam agar bisa efektif menyasar pelajar dan mahasiswa asal Kalimantan yang tinggal di Jogja.
Ia menambahkan, dalam kegiatan itu melibatkan 40 forum mahasiswa dari berbagai kabupaten dan provinsi di Kalimantan. Terutama di daerah yang memiliki adat atau budaya khusus tentang Dayak yang bisa ditampilkan dalam kegiatan tersebut. Adapun jumlah mahasiswa asal Kalimantan sekitar 9.000 orang.
Panitia sengaja menghadirkan seniman atau masyarakat asli Kalimantan untuk kaitan penampilan seperti adat istiadat. "Selain itu sebagai obat rindu para mahasiswa asal Kalimantan di Jogja. Maka kami hadirkan seni budaya dari berbagai daerah di Kalimantan," kata mahasiswa Etnomusikologi ISI Jogja ini.
Pihaknya mengapresiasi dukungan dari forum mahasiswa lainnya yang berasal dari luar Kalimantan utamanya Jogja. "Beberapa penari dari Jogja kami tampilkan, mahasiswa dari daerah lain juga banyak membantu," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dosen UMY mengingatkan mahasiswa soal bahaya paylater yang memicu perilaku konsumtif, utang, hingga stres finansial menurut Islam.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
11 manfaat beras kencur untuk kesehatan, mulai dari menambah nafsu makan, menjaga stamina, hingga membantu tidur lebih nyenyak.
Sekawan Limo 2 Gunung Klawih tembus 212 ribu penonton di hari pertama, catat rekor box office Indonesia 2026.
Ngecas mobil listrik semalaman aman berkat BMS, bahkan lebih baik untuk baterai dibanding fast charging menurut studi Geotab.