Pembunuh Gadis Bisu Tuli di Bantul Tertangkap, Ternyata Ini Motifnya

Rheisnayu Cyntara
Rheisnayu Cyntara Senin, 20 November 2017 23:58 WIB
Pembunuh Gadis Bisu Tuli di Bantul Tertangkap, Ternyata Ini Motifnya

Kapolres Bantul, AKBP Imam Kabut Sariadi (tengah) menunjukkan barang bukti kasus curas yang menewaskan Utami Dwi warga Dusun Plawonan, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu saat jumpa pers, Senin (20/11/2017). (Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja)

Pihak kepolisian berhasil meringkus pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) yang menyebabkan meninggalnya Utami Dwi Cahyo

 
Harianjogja.com, BANTUL--Pihak kepolisian berhasil meringkus pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) yang menyebabkan meninggalnya Utami Dwi Cahyo, 26, warga Dusun Plawonan, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu. Andreas Fransiskus Keis Wafa, 43, diringkus di sekitar Pasar Kranggan Senin (20/11/2017) sekitar pukul 03.00 WIB.

Baca juga : http://m.harianjogja.com/?p=870040">Gadis Bisu Tuli Ditemukan Tewas Tanpa Busana di Kamarnya, Polisi Pastikan Dia Dibunuh

Kapolres Bantul, AKBP Imam Kabut Sariadi mengungkapkan tertangkapnya pelaku ini berdasarkan sejumlah petunjuk yaitu beberapa barang pelaku yang tertinggal seperti topi, sandal dan bekas bungkus minuman serta makanan. Selain itu juga keterangan sejumlah saksi antara lain, penjual nasi di sekitar rumah korban yang dimintai oleh pelaku.

Imam menuturkan semula, pria yang berasal dari Papua selatan ini, menumpang truk tujuan Purwokerto dari sekitar kawasan Tugu Jogja. Dalam perjalanan, sopir truk akhirnya menurunkannya di wilayah Desa Argomulyo karena merasa tak nyaman.

Pelaku kemudian bekeliling untuk meminta makanan ke warga. Hingga kemudian salah satu penjual nasi memberinya makanan dan minuman secara cuma-cuma yang ia santap di rumah korban. Kemudian pelaku berinisiatif menumpang membersihkan badannya di sumur yang terletak di belakang rumah korban.

Namun karena melihat beberapa barang berharga di dalam rumah korban dan keadaan rumah yang sepi, niat pelaku pun berubah. Pelaku lalu memberanikan diri masuk ke dalam rumah. Tetapi nahas, aksi pelaku ini terpergok korban yang memang berada di rumah. Karena khawatir mengundang kecurigaan warga sekitar, pelaku langsung menyekap mulut korban.

Saat itu korban yang tuna rungu dan tuna wicara ini menggunakan daster. “Dasternya diangkat untuk menutup mulutnya. Tangan satunya mencekik leher hingga korban tewas," paparnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online