APBD DIY 2027 Disiapkan Rp4,93 Triliun, Fokus pada Tiga Hal Ini
APBD DIY 2027 dirancang Rp4,93 triliun. Sri Sultan HB X fokus pada pengentasan kemiskinan, peningkatan SDM, dan pertumbuhan ekonomi inklusif berkelanjutan.
Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman akan terus membenahi kawasan wisata Tebing Breksi usai mendapat anugerah sebagai destinasi wisata baru terpopuler
Harianjogja.com, SLEMAN- Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman akan terus membenahi kawasan wisata Tebing Breksi usai mendapat anugerah sebagai destinasi wisata baru terpopuler dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar).
Kasie Analisa Pasar, Dokumentasi, dan Informasi Pariwisata Dispar Sleman Kus Endarto mengatakan peningkatan pelayanan bagi wisatawan yang berkunjung di Sleman, khususnya di Breksi akan terus dilakukan. Peningkatan pelayanan meliputi peningkatan aksesibilitas, atraksi yang ditawarkan, amenities yang ada, dan tentunya kualitas sumberdaya pengelola destinasi.
"Semuanya itu akan bermuara pada peningkatan kunjungan kembali wisatawan, karena wisatawan merasa puas dan ada kenangan indah yang membekas," katanya kepada Harianjogja.com, Minggu (26/11/2017).
Sebagai diketahui, Tebing Breksi menyabet penghargaan sebagai Tujuan Wisata Baru Terpopuler 2017. Destinasi wisata yang berada di wilayah Prambanan ini, mampu menyisihkan dua pesaingnya, Pulau Kumala Kalimantan Timur dan Skywalk Kota Bandung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
APBD DIY 2027 dirancang Rp4,93 triliun. Sri Sultan HB X fokus pada pengentasan kemiskinan, peningkatan SDM, dan pertumbuhan ekonomi inklusif berkelanjutan.
Kulonprogo masih menunggu regulasi pusat terkait penyaluran bansos melalui KDMP. Sebanyak 10 gerai telah rampung dan siap diverifikasi.
Morning anxiety dapat membuat seseorang merasa cemas sejak bangun tidur. Kenali penyebab, gejala, dan penjelasan para ahli mengenai kondisi ini.
Suara biola dan cello perlahan memenuhi Auditorium Driyarkara Universitas Sanata Dharma, Kamis (16/7) malam
Antrean BBM di Sumatra ditargetkan terurai dalam satu hingga dua hari. Lonjakan konsumsi dan panic buying menjadi penyebab utama.
Transaksi KDKMP sepanjang 2026 mencapai Rp56,8 miliar. Pupuk menjadi komoditas terlaris dan distribusi barang subsidi akan diperkuat.