JNE Dukung Promosi Pariwisata Cilacap
Ilustrasi pernikahan dini (JIBI/Solopos/Antara-blogammar.com)
Angka pernikahan dini masih tinggi.
Harianjogja.com, KULONPROGO-- Pemkab Kulonprogo diharapkan tidak mengabaikan tingginya angka pernikahan dini yang terjadi setiap tahun. Dibutuhkan kebijakan khusus yang melibatkan semua pihak untuk mencegah dan menangani permasalahan tersebut.
Hal itu disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kulonprogo, Akhid Nuryati dalam diskusi publik bertema Memotret Angka Perkawinan Anak di Kabupaten Kulonprogo di Rumah Makan Saiyo Sapta Pesona, Wates, Kulonprogo, Selasa (28/11/2017). Dia mengatakan, data Unicef pada 2014 lalu menyebutkan satu dari anak di Indonesia dinikahkan sebelum berusia 18 tahun. "Di Kulonprogo, secara makro juga mirip dengan kondisi nasional," ujar dia, Selasa.
Menurut Akhid, pernikahan dini dapat menimbulkan banyak dampak negatif karena anak-anak di bawah umur dianggap belum matang secara fisik maupun psikologis. Kondisi itu berpotensi memicu berbagai masalah yang dapat berujung perceraian atau malah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Pemkab Kulonprogo diminta menyusun kebijakan khusus untuk mencegah dan menekan angka pernikahan dini.
Kepala Seksi Pengendalian Penduduk dan Informasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DPMDDalduk dan KB), Hilda Pramudawardhani mengatakan, lebih dari 40 kasus pernikahan dini terjadi dalam tiga tahun terakhir sejak 2014 lalu. Pihaknya juga menyatakan prihatin terhadap jumlah persalinan remaja yang tercatat sebanyak 107 kali di tahun 2015 dan 84 kali pada 2016.
Hilda mengungkapkan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana terus menggencarkan sosialisasi seputar pendewasaan usia perkawinan (PUP). Masyarakat diharapkan memiliki komitmen untuk menunda pernikahan hingga mencapai usia minimal 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki.
"Penyebab perkawinan anak diantaranya karena masih banyak masyarakat yang beragumen bahwa apabila perempuan sudah menstruasi pertama kali berarti sudah layak untuk menikah," ucap Hilda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
CEO Aprilia Racing Massimo Rivola mendoakan Marc Marquez cepat pulih meski Aprilia sedang dominan di MotoGP 2026.
WhatsApp bisa membuat memori ponsel cepat penuh. Simak cara membersihkan penyimpanan tanpa menghapus chat penting.
Chelsea dikabarkan segera menunjuk Xabi Alonso sebagai pelatih baru dengan kontrak empat tahun usai tercapai kesepakatan prinsip.
212 T01 facelift resmi meluncur di Beijing Motor Show 2026 dengan desain baru dan siap menantang Jeep Wrangler di pasar global.
Persib Bandung menghadapi PSM Makassar dengan kondisi pincang setelah Bojan Hodak dan tiga pemain utama dipastikan absen.