JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto
Wisatawan asing berkeliling kota dengan menumpang becak kayuh seperti terlihat saat melintas di kawasan wisata kuliner gudeg, Plengkung Wijilan, Yogyakarta, Senin (03/08/2015). Salah satu paket wisata yang banyak diminati wisatawan asing saat berkunjung di Yogyakarta adalah mengunjungi berbagai tempat wisata menggunakan becak kayuh. Kunjungan wisatawan asing pada bulan ini terus meningkat seiring musim libur di eropa.
Wisman asal Eropa banyak yang masuk DIY melalui Jakarta
Harianjogja.com, JOGJA-Kunjungan wisatawan mancanegara khususnya Eropa dinilai tidak akan terpengaruh letusan Gunung Agung.
Kepala Seksi Promosi Dinas Pariwisata DIY Putu Kertiyasa menyatakan, untuk turis asal Belanda tidak akan banyak berpengaruh. Pasalnya, selama ini mereka lebih banyak datang dari Jakarta. Sementara, wisatawan asal Jerman dan Perancis, sebagian ada yang masuk melalui Jakarta dan sebagian lainnya lewat Bali.
"Kedua negara seperti Jerman dan Perancis juga termasuk 10 besar asal wisatawan mancanegara 2016 yang masuk DIY," papar dia, Selasa (28/11/2017).
http://m.harianjogja.com/?p=872712">Baca juga : Gunung Agung Meletus, Kedatangan Turis Jepang Ke DIY Diperkirakan Turun
Alasan kenapa orang Belanda, Perancis, dan Jerman banyak yang datang dari ibu kota negara, kata Putu disebakan karena orang-orang barat itu biasanya tidak murni datang untuk berwisata, tapi juga untuk berbisnis. Setelah urusan bisnis kelar, barulah waktu yang ada digunakan untuk bersenang-senang.
Untuk pengunjung asal Malaysia dan Singapura, ia pun menyebut tak akan banyak ada pergeseran. Sebab, dari kedua negara itu sudah ada penerbangan langsung ke DIY. “Tapi untuk Malaysia masih kalah dengan Jawa Barat. Karena di sana penerbangannya tiga kali. Di sini satu kali saja,” ungkap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tags: