Warga Jogja Ditantang Berani Gundul
Sejumlah pekerja melakukan pengaspalan terhadap bagian ujung jalan layang Ngelo di Sentolo, Kulonprogo, Senin (4/12/2017). (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja)
Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Kulonprogo melakukan pengaspalan tahap akhir terhadap jalan layang Ngelo
Harianjogja.com, KULONPROGO -Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Kulonprogo melakukan pengaspalan tahap akhir terhadap jalan layang Ngelo di Sentolo, Kulonprogo, Senin (4/12/2017).
Baca juga : http://m.harianjogja.com/?p=873190">BADAI CEMPAKA : Cuaca Buruk, Pengaspalan Jalan Ngelo Ditunda
Jalan tersebut sudah siap dijadikan jalur pengganti jika perlintasan Ngeseng ditutup.
Jalan layang Ngelo ditutup total sejak awal November demi kepentingan pembangunan tahap akhir. Proyek yang digarap berupa pembangunan jalan dan saluran drainase yang membentang hingga simpang empat Ngelo, Sentolo.
DPUPKP Kulonprogo juga sekalian memperbaiki jalan rusak bergelombang di ujung lain jalan layang tersebut.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Kulonprogo, Nurcahyo Budi Wibowo mengatakan pengaspalan jalan mulanya direncanakan pada Rabu (29/11/2017) pekan lalu.
Namun, hujan berintensitas tinggi yang terjadi sepanjang pekan kemarin membuat pekerjaan tersebut ditunda. Pihaknya memutuskan untuk menunggu hingga cuaca kembali kondusif. “Pagi ini [Senin] kita sudah melaksanakan pengaspalan yang di Ngelo,” ujar Nurcahyo.
Proyek senilai Rp500 juta itu ditargetkan selesai dua pekan lebih cepat dibandingkan masa kontrak yang ditetapkan berakhir pada pertengahan Desember.
Upaya percepatan dilakukan unutk menindaklanjuti informasi dari Kementerian Perhubungan RI soal pencabutan palang pintu perlintasan kereta api sebidang di Ngeseng Sentolo pada awal bulan ini. Jalan layang Ngelo bakal jadi jalur pengganti utama sehingga harus disiapkan secepatnya.
Penutupan perlintasan Ngeseng sendiri sebelumnya juga disepakati awal pekan ini. Hal itu dengan catatan sudah dilakukan pengaspalan terhadap jalan di Ngelo. Namun, Nurcahyo menyatakan tidak ingin memaksa pihak kontraktor melanjutkan proyek dalam kondisi cuaca buruk karena air hujan bisa membuat hasil pengaspalan menjadi tidak optimal.
Cuaca memegang andil penting dalam proses pemadatan campuran beraspal. Perubahan suhu akibat hujan dapat menyebabkan campuran beraspal mengalami penurunan suhu sehingga tidak disarankan untuk dihamparkan pada lokasi pembangunan jalan. Jika dipaksakan, jalan tersebut nantinya menjadi cepat rusak.
Nurcahyo lalu mengungkapkan, jalan layang Ngelo siap dibuka kembali setelah pengaspalan selesai. Meski begitu, dia mengaku belum menerima pemberitahuan soal eksekusi rencana pencabutan perlintasan Ngeseng yang sudah ditunda beberapa kali itu.
“Kita masih menunggu surat pemberitahuan penutupan perlintasan Ngeseng dari Dirjen Perkeretaapian. Tapi kira-kira dalam minggu ini [ditutup],” kata Nurcahyo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.