Rendah Hati, Probosutedjo Suka Bangun Pagar
Aparat keamanan mengamankan 11 orang yang dianggap menghalangi kegiatan pengosongan lahan terdampak Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulonprogo, Selasa (5/12/2017). (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja)
ORI pertanyakan pengosongan paksa lahan bandara Kulonprogo.
Harianjogja.com, SLEMAN--Ombudsman Republik Indonesia (ORI) DIY mempertanyakan pengosongan dan pembongkaran paksa tanah dan bangunan warga terdampak Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang dilakukan PT Angkasa Pura bersama aparat kepolisian di Kecamatan Temon, Kulonprogo. Indikasi adanya kekerasan serta pembongkaran paksa pada warga yang masih mendiami rumahnya juga menjadi sorotan.
Klarifikasi dilakukan dengan mendatangi langsung kantor proyek NYIA di kompleks Bandara Adisutjipto pada Rabu (6/12/2017). Dahlena, asisten ORI DIY mengatakan ada sejumlah laporan yang masuk mengenai tahapan pembangunan bandara ini. "Kita belum bisa sampaikan apakah ada pelanggaran atau tidak, termasuk soal indikasi kekerasan, masih perlu mengumpulkan keterangan dari lapangan termasuk kepolisian di Kulonprogo, PLN, dan pemda" katanya kepada wartawan seusai pertemuan tertutup itu.
Hanya saja, dibenarkan adanya pembongkaran dan pengosongan yang dilakukan sesuai dengan tenggat waktu hingga masa ujian sekolah selesai pada 30 November lalu, sesuai anjuran dari ORI. Pengosongan dilakukan untuk bangunan tanpa penghuni yang sudah menyelesaikan proses konsinyasi di pengadilan.
Dikonfirmasi pula mengenai dua rumah yang dilepas pintunya dan dicongkel jendelanya, meskipun tidak seluruhnya, sebagai bagian dari shock terapy dari pihak Angkasa Pura. "Bagaimana realitasnya diketahui nanti, kita kumpulkan dulu keterangan," ujar dia.
Dipastikan pula jika indikasi soal kericuhan dan kekerasan akan menjadi poin penyelidikan ORI DIY. Meski belum bisa memastikan waktunya, ia juga meyakinkan jika proses ini akan dilakukan sesegera mungkin karena sifatnya yang mendesak.
Sementara itu, Sudjiastono, Project Manager NYIA mengatakan pencongkelan pintu memang sebagai peringatan kepada warga yang bersangkutan. "Enggak apa-apa, semestinya saya robohkan itu tapi ada niat baik, dicongkel pintunya tapi pasang lagi," ujarnya ditemui di lokasi yang sama. Ia juga membantah tudingan adanya intimidasi dan kekerasan dari aparat kepada warga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2 meski menang 3-1. Suporter kecewa, Wali Kota Solo minta tim segera bangkit.
Persib Bandung resmi juara Super League dan cetak hattrick. Bobotoh rayakan kemenangan meriah di Stadion GBLA.
Dua pria ditangkap usai diduga tabrak lari di Solo. Mobil menabrak tiang dan pohon, pelaku sempat diamuk massa.
Lima dosen UPN Jogja disanksi setelah terbukti lakukan pelecehan verbal. Kampus tegaskan komitmen lingkungan bebas kekerasan.
Pemerintah bongkar mafia pangan, dari beras oplosan hingga pupuk palsu. Kerugian rakyat ditaksir puluhan triliun rupiah.